Belajar Jurnalisme dari Film 27 November 2006
Posted by sri nanang setiyono in Film, Jurnalisme.3 comments
Anonymous sources are to journalism what silicon enhancements are to
the feminine figure; they look impressive to the gullible, but
something doesn’t feel right.
–Larry King, an American journalist in London, August, 2005
Usai menonton sinetron Dunia Tanpa Koma, saya jadi teringat beberapa koleksi DVD dalam kardus usang di rumah kontrakan. Dari puluhan DVD itu, beberapa isinya menceritakan kehidupan para jurnalis. Ada yang menggambarkan aktivitas jurnalis memburu berita dan menuliskannya. Sebagian lagi tak menyinggung kegiatan jurnalistiknya melainkan pengalaman si jurnalis hidup di sekitar peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhi hidupnya.
Film-film tersebut bisa dijadikan rujukan bagi masyarakat yang ingin belajar jurnalisme maupun sekadar menyelami kehidupan wartawan baik di media cetak atau broadcasting. Salah satunya, Shattered Glass, pernah saya jadikan bahan pembekalan bagi calon reporter. (Review Shattered Glass ada di blog ini bisa di baca di sini)




- All The President’s Men (1976)
- Shattered Glass (2003)
- War Photographers (2002)
- Citizen Kane (1941)
- Capote (2005)
- The Year of Living Dangerously (1983)
- Up Close and Personal (1996)
- The Insider (1999)
- S1MONE (2002)
- Live From Baghdad (2002)
- The Killing Fields (1987)
- Welcome to Sarajevo (1997)
- Deadline USA (1952)
- The Front Page (1931, 1974)
- His Girl Friday (1940)
- Switching Channels (1988)
- -30-(1959)
- Absence of Malice (1981)
- Blessed Event (1932)
- The Big Clock (1948)
- I Love Trouble (1994)
- Ace in The Hole (1951)
- Sweet Smell of Succes (1957)
- The Paper (1994)
- Broadcast News (1987)







