jump to navigation

(Hari Itu) Jakarta Dikuasai Banjir 20 Februari 2007

Posted by sri nanang setiyono in Esai Foto.
3 comments

Foto : Kawasan Cideng Tergenang Banjir by Sri Nanang Setiyono

Hampir sepekan di awal Februari lalu, ibukota di rendam banjir. Air yang sehari-hari menetap di selokan, parit dan sungai, tiba-tiba dalam tempo beberapa jam mengisi kamar tidur, dapur, garasi, ruang tamu, perkantoran, apartemen, pasar, stasiun kereta, dan jalan raya.

Banjir mengubah pemandangan Jakarta yang biasanya sibuk dengan kemacetan menjadi genangan air. Banjir pula yang menggenangi benak warga ibukota dengan kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, kegeraman, kesabaran. Hari-hari itu, ibukota kebanjiran air bah dan juga air mata…

Esai Foto : Demi Anak 22 November 2006

Posted by sri nanang setiyono in Esai Foto, Fotografi & Digital Imaging.
9 comments

foto : sri nanang setiyono

Beberapa hari lalu saya mengangkut dua kardus berisi barang-barang koleksi saya ke Serang. Satu dus berisi koleksi DVD dan satunya lagi koleksi CD musik, MP3, CD program komputer, dan CD data foto. Di dus terakhir itulah, saya menemukan CD yang berisi foto-foto yang saya ambil beberapa tahun lalu. Salah satunya tampak di atas.

Foto tersebut saya ambil di suatu siang sekitar pukul 14.00 di kota Kudus, Jawa Tengah, akhir tahun 2002. Dari sisi fotografi, tak ada yang istimewa dari foto tersebut. Namum momen yang terekam cukup menarik dan cukup berkesan buat saya.

Saat mengendarai sepeda motor dalam perjalanan ke kantor, tiba-tiba saya disalip seorang bapak berumur sekitar 35 tahun yang membonceng bocah lelaki yang usianya kira-kira 5 tahun. Bocah itu tertidur. Tangan kirinya menggantung sedangkan tangan kanannya tak tampak merangkul pinggang si bapak. Untuk menjaga agar tak jatuh, si bapak pun menopang tengkuk anaknya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya memegang stang.

Saya ikuti si bapak hampir sejauh 500 meter. Karena takut kehilangan momen, saya pun menyalip, berhenti di depannya dan mencoba memotretnya dari depan. Saat itu saya memakai kamera digital Nikon 4500. Tetapi foto dari arah muka tak menampilkan gambar si bocah yang sedang tertidur. Saya pun memotretnya lagi dari arah belakang. Beberapa kali jepretan, saya akhirnya mendapat sudut pengambilan foto paling kuat seperti foto tersebut. Saya masih ingat saat itupun saya sempat memotret seorang bapak mendorong becak yang penuh dengan angsa. Kebetulan becak ini melintas di jalan yang sama dengan si pengayuh sepeda.

Saya sempat berpikir bagaimana kalau tiba-tiba ada mobil atau motor menyalip sepeda itu dengan kecepatan tinggi. Pasti si bapak kaget dan harus mengerem mendadak. Kalau itu terjadi, pasti bocah yang diboncengnya itu akan……Ah, saya tidak tahu. Setidaknya saya belum menemukan momen seperti ini lagi.

Wajah Tanpa Rupa (2) 10 November 2006

Posted by sri nanang setiyono in Esai Foto.
1 comment so far

Manyun, jutek, bloon, tongos, memble, ternyata menarik juga buat dipajang sebagai karya foto. Ekspresi yang muncul mencerminkan kondisi saat difoto dan suasana hati objek. Pose wajah saya yang diambil secara candid (sembunyi-sembunyi) maupun dengan sengaja dan memaksa saya berakting, sangat menarik sebagai pembanding. Saya jadi tahu ada bagian-bagian dari wajah dan sifat saya yang muncul dan tidak enak dipandang ketika sedang kalut, marah, bete atau apalah namanya. Setidaknya saya tahu ada sisi lain dari ekspresi wajah saya yang bisa jadi dipahami secara berbeda oleh orang lain. Selengkapnya lihat foto berikut di sini.

Festival Kemang, boleh juga tuh 29 Agustus 2006

Posted by sri nanang setiyono in Esai Foto.
add a comment

Hari Minggu (27/8) kemarin, gw bela-belain liat Festival Kemang. Banyak yang bisa dilihat, tapi dikit yang bisa dibeli (hehehe bokek cing). Cuman gw puas dapat banyak foto. Sebagian ada di sini.

Ada ibu yang heran sama manusia robot (atau robot manusia?) :

Ada bule sayang banget sama anak-anaknya :

Ada cowok yang bingung mau milih pin, soalnya kebanyakan :

Kalau mau yang lebih komplet foto-fotonya liat aja di sini.