Kenalan Baru 25 Januari 2007
Posted by sri nanang setiyono in Humor.1 comment so far
Suatu hari, mereka pun janjian untuk bertemu di sebuah kafe di mal. Baju baru, parfum, hingga anggaran khusus sudah disiapkan buat mentraktir Fitri. Namun ada rasa ragu dan khawatir di dada Simon.
“Gimana ya Jon kalau si Fitri ternyata ga cantik. Gua musti ngapaian. Kalau gw langsung pergi dan pura-pura dipanggil bos kan udah pasti ketahuan boongnya,” keluh Simon pada Jontor, sahabatnya.
“Gampang Mon. Waktu makan lu pura-pura sakit perut karena gak kuat makan cabe. Kan bisa jadi alasan buat pulang,” jelas Jontor. Simon pun manggut-manggut setuju.
Dengan percaya diri Simon pun menepati janji bertemu Fitri. Perasaan was-wasnya langsung lenyap begitu bertemu Fitri yang ternyata sangat cantik dan mirip Luna Maya. Mereka pun memesan makanan dan menyantapnya. Tanpa disangka, tiba-tiba Fitri meringis dan memegang perutnya.
“Aduh Bang, saya gak tahan sama cabe. Perut saya sakit. Saya harus pulang sekarang,” kata Fitri.
Sama Saja 24 Januari 2007
Posted by sri nanang setiyono in Humor.add a comment
“Motor ini larinya udah kenceng. Cuman bensinnya cepet abis. Boros,” katanya.
“Terang aja Bron, itu motor kan udah elu oprek,” sahut Gendon, teman nongkrongnya.
“Eh bener lo, dulu tahun 2003 gua beli bensin goceng (Rp 5000), dibawa ke pasar bolak balik masih nyisa. Eh sekarang gua musti nambah bensin,” kata Sobron tak mau kalah.
“Lu engga coba nanyain ke Pom Bensin, kenapa bisa begitu. Jangan-jangan Pom bensinnya curang tuh,” balas Gendon asal ngomong.
“Bener juga ya….Iya deh besok gua tanyain,” kata Sobron bersemangat.
Esok harinya, usai mengisi bensin, Sobron tak langsung cabut. Sambil menyodorkan uang Rp 5000, dia bertanya kepada petugas SPBU.
“Bang, pom bensin ini jujur kan. Engga mainin meteran?” tanya Sobron.
“Emang kenapa Bang? Ada masalah?” jawab petugas SPBU dengan logat Jawa yang kental.
“Saya sudah 4 tahun ngisi bensin di sini. Tapi kok kayak ada yang engga beres. Kalau dulu beli goceng bisa penuh, sekarang separo aja kagak ada. Gimana nih Mas? ” ujar Sobron tambah kenceng.
Si petugas SPBU yang masih muda itu sempat kaget. Dia seperti berpikir sejenak. Lantas dengan ekspresi polos dia menjawab dengan tenang.
“Wah kalau itu saya tidak tahu Bang. Dulu bukan saya yang kerja di sini. Saya baru setengah tahun di sini. Tanya aja sama yang lebih senior Bang. Saya takut salah,” jawab si petugas.
Orang-orang yang ada di sekitar pompa bensin itu dan mendengar percakapan itu pun cuma tersenyum. Sebagian geleng-geleng kepala…
Membalas Kelakuan Raja 5 Oktober 2006
Posted by sri nanang setiyono in Humor.add a comment
Suatu hari khalifah Harus Al Rasyid tiba-tiba menyuruh tentara membongkar rumah Abu Nawas. penyebabnya, khalifah bermimpi di bawah rumah itu ada timbungan emas sangat banyak. Tanpa izin dari empunya rumah, tentara langsung menggali tanah. Namun meski sudah dalam, emas yang dikira ada itu ternyata tak juga diketemukan. Lantas para tentara itu pulang dan menimbulkkan kerusakan di rumah Abu Nawas.
Tentu saja Abu Nawas sangat geram diperlakukan demikian. Apalagi tak ada kata maaf dari khalifah. namun untuk membalas pun, Abu Nawas tak bisa secara langsung. Berhari-hari dia berpikir. Akhirnya pada hari ketujuh, muka Abu Nawas yang sejak pembongkaran rumahnya itu kecut, langsung berubah berseri-seri.
Segera dia menghadap ke istana. Khalifah pun mau menerima karena sudah yakin Abu Nawas akan datang. Selain itu, keduanya pun kerap bertemu. Di depan khalifah, dia mengutarakan maksud kedatangannya.
“Paduka, saya dan istri saya merasa tidak nyaman akhir-akhir ini,” kata dia seraya membawa wadah yang ditutup kain dan berisi lalat.
“Kenapa,” tanya khalifah.
”Setiap hari saya diganggu lalat-lalat. Saya ingin membasmi lalat dan membunuhnya tapi hamba mohon diberi ’surat kuasa” yang ditandatangani paduka.
Tanpa banyak bicara, khalifah segera menandatangani surat tersebut dan diberikan kepada Abu Nawas. Begitu yakin telah mendapat mandat, Abu Nawas pun membuka wadah yang dibawanya dan sekejap saja lalat-lalat berterbangan di ruangan khalifah.
Abu Nawas yang memang sudah mempersiapkan rencananya untuk membalas kelakuan khalifah tempo hari segera berlarian mengejar lalat-lalat tersebut. Dengan memegang tongkat kayu, dipukulah lalat-lalat yang beterbangan itu. Ketika lalat menempel di kaca, Abu Nawas pun tak ragu menghantamnya. Tentu saja kaca itu hancur. Lalat yang hingga di lampu dan perabotan pun dihajarnya walau pun tak kena, namun merusak perkakas di ruang tersebut. Bahkan tempayan kesayangan khalifah pun dia hantam hingga hancur gara-gara dihinggapi lalat.
Setelah ruangan itu berantakan, Abu Nawas pun pamit pulang dengan rasa puas karena dendamnya terbalas. Sedangkan khalifah yang menyadari kesalahannya tempo hari tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi dia sudah memberikan surat kuasa kepada Abu Nawas.
Sayangnya, buku yang saya beli cuma Rp 5000 itu tertinggal di ponpes Al Mubasyirin, Sajira Mekar, Sajira, Lebak, ketika datang memberikan ceramah tentang peranan pemuda Banten untuk mewujudkan Banten Cerdas. Untung saja, buku itu sudah saya baca seluruhnya.
Tokoh Bloon 3 Oktober 2006
Posted by sri nanang setiyono in Humor.add a comment
Seorang tokoh masyarakat yang terpandang karena pengaruhnya suatu saat diminta memberikan sambutan dalam acara resmi. Tokoh ini dikenal tidak terlalu cerdas namun sering memakai istilah bahasa yang tidak pas pemakaiannya. Untuk menghindari kesalahan, pembantunya selalu mengingatkan bila dia salah menyebut suatu kata atau istilah. Salah satunya begini :
Tokoh :
“Saudara-saudara, daerah kita ini daerah yang kaya. Hasil buminya melimpah. Bila kita
sudah bisa mendatangkan investor dari luar, pasti banyak yang bisa kita bangun,”Warga :
Contohnya apa pak yang bisa kita bangun?
Tokoh :
Kita bisa bikin jembatan, pelabuhan, supermarket, pabrik mobil, pabrik tivi, pabrik tektil (tanpa huruf s) dan…..
Pembantu : (sambil berbisik)
Pak….kurang s, pak….
Tokoh :
Oiya…pabrik es juga…
Pembantu :
????
Wanita Dulu apa Uang Dulu 3 Juni 2004
Posted by sri nanang setiyono in Humor.add a comment
Sejak jaman kuliah sampai masuk dunia kerja sekarang, pertanyaan ini terus diajukan oleh teman-teman. Tentu khusus untuk yang masih bujangan alias yang belum menikah. Ada yang menjawab, tapi ada juga yang diam. Seolah-olah tak penting. Ada pula yang serius menjawab, namun tak sedikit yang bergurau.
Saya semula tak tertarik membicarakannya. Ibarat filsafat air, saya ingin mengalir begitu saja. Toh bila sudah sampai pada kebutuhan, bakal muncul sendiri keinginan untuk memutuskannya. It depends on circumstance lah… Lagian dari teman-teman yang nulis di Tag Board, juga pada nyinggung-nyinggung masalah ini.
Gampangnya, perlu dipetakan dulu dua kelompok dalam masalah ini. Pertama kelompok yang memilih wanita dulu. Mereka nih punya alasan, makin tua kita mencari wanita (jodoh), kesempatannya makin kecil. Lagipula, kalau sudah suka, kenapa mesti ditahan-tahan? Kan bikin susah diri sendiri jadinya. Ada lagi yang beralasan mengikuti sunah nabi atau anjuran agama, biar tak terjebak dalam perbuatan dosa.
Kalau kelompok kedua juga punya alasan yang kuat. Walau tak mau disebut mengejar duniawi semata, mereka beralasan uang (atau karir) bisa menjadi batu loncatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pokoknya kalau banyak pengalaman kerja, punya tabungan banyak, sedikit banyak membantu satu pilar ketika membangun rumah tangga nantinya. Tanpa uang, rumah tangga juga bakalan runtuh. Toh, istri tetap harus diberi makan dengan beras bukan dengan cinta.
Trus, saya sendiri gimana? Wanita dulu atau uang dulu? Bukan mau memihak, tapi saya memang memilih yang kedua. Alasannya? Nah, ini yang harus dibaca dengan cermat. Alasannya pun tak sama dengan yang disebut di atas. Sepele banget. Begini nih….Kalau wanita dulu, jaman sekarang sudah uzur alias sudah jadi nenek-nenek. Masa sih, disuruh milih nenek-nenek, yang muda kan banyak. Lantas kalau uang dulu? Jelas uang dulu lebih berharga. Maksudnya, uang dulu itu sekarang kan langka. Ia jadi barang antik. Banyak kolektor yang nyari. Malah kalau bisa punya uang dulu jaman Majapahit atau jaman VOC, wui….h, nilai sejarahnya itu lho….Mantap kan he he








Tak sengaja saat browsing dunia maya, saya berhenti ke blog seseorang bertitel Catatan Lepas. Isi blognya sih biasa aja menyinggung gosip infotainment soal artis remaja Angel Karamoy yang direstui berpacaran. Cuma ada yang menggelitik dari comment yang tercantum di bawahnya. Begini tulisannya :
Ya Tuhan semoga Angel Karamoy menjadi isteriku. Kalau dia memang jodohku,dekatkanlah…
Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah….
Jika dia tidak berjodoh denganku,maka jadikanlah kami berjodoh..
Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, Selain aku…
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku…
Dan pada saat dia telah tidak memiliki jodoh,jodohkanlah kami kembali…
Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku….
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali si dia dengan ku …
“Amin…”.
Ada ada saja…. ;>