jump to navigation

Susah-susah Gampang Menulis Artikel Iptek 1 Mei 2007

Posted by sri nanang setiyono in Buku, Menulis, Sains.
3 comments

Judul            : Kiat Menulis Artikel Iptek Populer di Media Cetak
Penulis         : Markus G. Subiyakto
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun          : 2004
Halaman       : viii+126; 21 cm

Apa sih susahnya menjadi penulis iptek? Bagaimana agar tulisan iptek tak terlalu kaku? Apa benar redaksi media cetak lebih menyukai tulisan iptek dengan tema tertentu? Berapa honor menulis iptek? Mengapa tulisan saya ditolak, padahal saya sudah bikin tulisan yang sangat bagus?

Pertanyaan-pertanyaan itu kerap diajukan oleh penulis pemula atau calon penulis yang berkecimpung pada penulisan iptek populer. Toh walau sudah dijelaskan, biasanya para calon penulis tetap saya tak puas dengan jawaban dari redaksi. Nah, pertanyaan dan jawaban itu, dirangkum oleh MarkusG. Subiyakto dalam bentuk buku. Di dalam buku yang saya jumpai seharga Rp 10 ribu dalam sebuah pameran di Banjarnegara ini, sang penulis yang juga dosen Biokimia di Unpad, membeber berbagai hal tentang penulisan artikel iptek populer.

Bagi pemula, gaya penulisan dalam bentuk tanya jawab ini cukup memberi panduan tentang kiat menulis. Apalagi si penulis sudah menghasilkan puluhan artikel iptek yang bertebaran di berbagai media cetak. Di buku ini, aneka masalah mulai dari motivasi menulis, mencari ide penulisan, menyusul kalimat, menggayakan penulisan, memilih judul hingga hal-hal yang perlu dilakukan di luar kegiatan menulis, dijelaskan secara gamblang dengan bahasa sederhana. Termasuk juga tentang “obat” kekecewaan bila tulisan ditolak.

Toh, meski mudah dipahami, tiadanya contoh-contoh tulisan ilmiah populer membuat calon-calon penulis yang berminat pada bidang ini, menjadi seperti melihat di keremangan. Samar-samar. Membaca buku ini saja tanpa melihat contoh tulisan ilmiah populer, jelas tak cukup sebagai modal menghasilkan karya yang bermutu. Kekurangan lain adalah tak dilengkapinya alamat si penulis agar pembaca bisa berkorespondensi, serta tiadanya referensi alamat-alamat website tentang penulisan ilmiah dalam buku ini. Keduanya adalah hal yang penting dalam era internet saat ini.

Walau begitu, pembaca yang tertarik menjadi penulis ilmiah populer bisa menjadikan buku ini panduan awal. Setidaknya bisa memahami seluk-beluk dan hal-hal mendasar yang mesti dipahami. Namun, perkembangan iptek yang sangat cepat dan sasaran media cetak yang dibahas buku ini, membutuhkan keharusan calon penulis untuk selalu meng-update perkembangan iptek terkini. Caranya tentu saja dengan kerap membaca berita-berita iptek. Itu saja? Belum. Menulis, menulis, menulis dari sekarang adalah kunci utamanya.

powered by performancing firefox

Problem Komunikasi di Lembaga Pendidikan Sain (Saran untuk FMIPA Undip) 14 April 2007

Posted by sri nanang setiyono in Kimia, Pendidikan, Sains.
21 comments

Tulisan ini adalah surat terbuka kepada civitas academica Fakultas MIPA Undip. Tak ada niat menghakimi atau membongkar kekurangan fakultas yang pernah saya jadikan tempat belajar beberapa tahun lalu. Dengan latar belakang saya selaku wartawan di beberapa media massa, dan pengamatan terhadap lembaga-lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri, saya ingin berbagi usulan pengembangan fakultas yang saya cintai ini.

Garis besar dari pokok-pokok pikiran ini mencakup hal-hal mendasar yang dihadapi oleh lembaga pendidikan di Indonesia dan tantangan bangsa di tengah tren global saat ini. Masalah yang dihadapi lembaga pendidikan di Indonesia pada umumnya adalah :
1. Tuntutan kualitas pendidikan
2. Tuntutan kualitas produk pendidikan (lulusan atau alumni, kepedulian sosial, dan manfaat )
Hingga saat ini formula untuk memenuhi keduanya memang masih menjadi perdebatan para ahli. Yang pertama biasanya berkait dengan sumber daya manusia (pengajar dan pengelola), prasarana dan sarana belajar, serta sistem pendidikan dan kurikulum. Sedangkan yang kedua mencakup tanggung jawab sosial lembaga terhadap output kegiatan belajar mengajarnya dan keberadaan fisiknya di suatu tempat. (lagi…)