jump to navigation

Serdadu Tua dan Ayah Saya 17 April 2007

Posted by sri nanang setiyono in Esai, Sejarah.
7 comments

Free Image Hosting at ImageShack.usBertemu mantan serdadu Belanda yang bertugas di Indonesia pada masa revolusi dulu adalah pengalaman langka. Selain karena keberadaan mereka yang tinggal sedikit dan umumnya sudah berusia lanjut, juga jarang yang tinggal di Indonesia.

Sabtu (14/4) lalu, sepulang dari mengikuti seminar The Power of Kepepet di Hotel Alam Indah Gombel Semarang, saya melewati kawasan perbukitan Gajah Mungkur. Menjelang pertigaan, insting saya mendadak memerintahkan kemudi sepeda motor untuk berbelok ke kiri menuju Evereld Candi, sebuah taman makam serdadu Belanda di kawasan Candi. Jaraknya sekitar 100 meter dari jalan utama. Deretan nisan berbentuk salib berwarna putih yang berjejer rapi di hamparan tanah di perbukitan itu, menarik perhatian saya. Tak ada kesan angker atau redup seperti umumnya makam di Indonesia. Nama-nama serdadu KL (tentara kerajaan Belanda) dan KNIL (tentara Hindia Belanda) terpahat rapi pada nisan berbentuk salib setinggi 1 meter. Umumnya nama yang tercantum adalah nama Belanda, tapi ada beberapa namanya asli rasa Indonesia. Semuanya lengkap dengan tanggal lahir, pangkat dan tangal kematian. (lagi…)