jump to navigation

Water Front City 28 Mei 2004

Posted by sri nanang setiyono in Esai.
trackback

Image Hosting by Pix8.net

Klik di sini untuk foto yang lebih besar

Apa maksudnya water front city? Tengoklah Venesia, Amsterdam, Seoul, Barcelona, Sydney atau Singapura. Kota-kota ini tak melupakan sungai dan perairan untuk menghidupkan denyut jantungnya. Sungai juga menjadi sumber inspirasi bagi penduduknya dan betul-betul dijaga kebersihannya. Sungai bukan saja untuk kegiatan ekonomi dan pariwisata, tetapi menjadi wilayah penting yang dilestarikan dan tak mudah digusur. Sayang itu semua adanya di luar negeri kita.

Barangkali kalau Jakarta seperti kota-kota itu, kita bisa santai duduk di pinggir Kali Besar sambil memandang air sungainya yang jernih. Lalu ada sampan dan perahu yang berlayar dengan hembusan angin sepoi-sepoi.

Ah…andai saja, sungai ini tak kotor airnya, tak hitam warnanya, tak penuh lumpur yang membuatnya keruh, tak dijadikan tempat pembuangan limbah rumah tangga atau perkantoran, tak menjadi tempat nongkrong penduduk yang kebelet boker, dan tak diremehkan oleh penduduk dan pemerintah yang harusnya menjaganya.

Ah…seandainya….Kalibesar adalah Venesia, barangkali kita tak merasa kasihan melihat abang-abang tukang ojek sepeda menunggu penumpang di pinggirannya. Hanya demi bisa mendapatkan Rp 1000 sekali angkut atau buruh-buruh bangunan beristirahat di bawah pepohonan di bangunan tua yang memagarinya.

Sayang semua itu masih sebatas seandainya…

Iklan

Komentar»

1. the fool - 4 Juni 2004

Gua sempet terlibat dalam satu proyek mengenai Taman Sari Jogjakarta. Dari situ jadi tahu, kalau dulu banyak penguasa setempat yang bikin istana air seperti Taman Sari, karena pengaruh budaya maritim dan keinginan untuk hidup bersama alam.

Sayangnya, dulu istana air seperti itu hanya bisa dinikmati ama bangsawan. Rakyat hanya bisa mendengar kabarnya aja. Bisa jadi karena itu lah terbawa ampe sekarang, keinginan untuk hidup bareng alamnya hanya ada di kalangan yang sudah mapan secara finansial.

Kalau belum sih, boro-boro mau mikirin alam.

2. denny - 10 Februari 2008

Oh dtg aja ke bandar lampung tahun 2010
Bandar lampung bakal jd salah satu tujuan utama wisata di Indonesia selain bali, jogja dan bandung klo water front city nya jadi..
Aplg Bandr lampung terletak di “bibir” teluk lampung…
Kota ini bnr2 indah…

3. Kusuma - 8 September 2009

kosep water front city dinegara manapun yang lokasi lahannya lebih rendah dari permukaan air laut pasti masih bisa diaplikasikan dalan suatu metode perencanaannya sebagai tata ruang kota, hanya sekarang mental masyarkat, perangkat aparatur dari tingkat rt -tingkat pusat ,sudah siap apa belum secara sdmnya ,ingat pemikiran ini harus didasari oleh kesadaran masyarakat yang bukan hanya segelintir yang pedulitetapi harus seluruhnya ,itulah yang sulit dilakukan dinegeri ini sdari permasalahan buang sampah s/d korupsi tidak pernah lepas dari keseharian masyarakat kita. mungkin semua ini bisa kalau negeri ini diganti penduduknya seratus persen dengan program NUH kedua .salam mari kita awali dari diri kita dan lingkungan sekitar kita .greenworld


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: