jump to navigation

Wanita Dulu apa Uang Dulu 3 Juni 2004

Posted by sri nanang setiyono in Humor.
trackback

Sejak jaman kuliah sampai masuk dunia kerja sekarang, pertanyaan ini terus diajukan oleh teman-teman. Tentu khusus untuk yang masih bujangan alias yang belum menikah. Ada yang menjawab, tapi ada juga yang diam. Seolah-olah tak penting. Ada pula yang serius menjawab, namun tak sedikit yang bergurau.

Saya semula tak tertarik membicarakannya. Ibarat filsafat air, saya ingin mengalir begitu saja. Toh bila sudah sampai pada kebutuhan, bakal muncul sendiri keinginan untuk memutuskannya. It depends on circumstance lah… Lagian dari teman-teman yang nulis di Tag Board, juga pada nyinggung-nyinggung masalah ini.

Gampangnya, perlu dipetakan dulu dua kelompok dalam masalah ini. Pertama kelompok yang memilih wanita dulu. Mereka nih punya alasan, makin tua kita mencari wanita (jodoh), kesempatannya makin kecil. Lagipula, kalau sudah suka, kenapa mesti ditahan-tahan? Kan bikin susah diri sendiri jadinya. Ada lagi yang beralasan mengikuti sunah nabi atau anjuran agama, biar tak terjebak dalam perbuatan dosa.

Kalau kelompok kedua juga punya alasan yang kuat. Walau tak mau disebut mengejar duniawi semata, mereka beralasan uang (atau karir) bisa menjadi batu loncatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pokoknya kalau banyak pengalaman kerja, punya tabungan banyak, sedikit banyak membantu satu pilar ketika membangun rumah tangga nantinya. Tanpa uang, rumah tangga juga bakalan runtuh. Toh, istri tetap harus diberi makan dengan beras bukan dengan cinta.

Trus, saya sendiri gimana? Wanita dulu atau uang dulu? Bukan mau memihak, tapi saya memang memilih yang kedua. Alasannya? Nah, ini yang harus dibaca dengan cermat. Alasannya pun tak sama dengan yang disebut di atas. Sepele banget. Begini nih….Kalau wanita dulu, jaman sekarang sudah uzur alias sudah jadi nenek-nenek. Masa sih, disuruh milih nenek-nenek, yang muda kan banyak. Lantas kalau uang dulu? Jelas uang dulu lebih berharga. Maksudnya, uang dulu itu sekarang kan langka. Ia jadi barang antik. Banyak kolektor yang nyari. Malah kalau bisa punya uang dulu jaman Majapahit atau jaman VOC, wui….h, nilai sejarahnya itu lho….Mantap kan he he 🙂

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: