jump to navigation

Togel Rasa Bandung v Semarang 6 Juni 2004

Posted by sri nanang setiyono in Esai.
trackback

Dua kota, dua bahasa, dua tradisi dan dua rasa. Ibarat oncom, isi boleh sama, tetapi bungkus dan rasanya berbeda. Kali ini saya mau cerita tentang fenomena judi togel (toto gelap) di Bandung dan Semarang. Di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini, judi adalah pelanggaran hukum. Dilarang oleh hukum, diharamkan oleh agama, tetapi tersedia di mana-mana.

Hukum boleh saja melarang, aturan boleh saja keras, tetapi kenyataan adalah yang sesungguhnya. Soal togel, Semarang boleh berbangga (atau justru malu?). Di ibukota Jawa Tengah ini, masyarakatnya lebih terbuka menerima togel. Tak susah mencari tempat-tempat penjualan togel. Di pasar, terminal, pertokoan, dekat tempat ibadah, pemukiman penduduk bahkan di dekat pos polisi sekalipun. Lokasinya juga terlihat di pinggir jalan dan terbuka. Siapa saja yang lewat di depanya langsung paham karena adanya kertas-kertas yang dipasang di di dinding berisi nomor-nomor yang sudah keluar.

Mungkin tradisi masyarakat pesisiran (Semarang memang kota pantai) membuat masyarakat kota ini cuek saja melihat kenyataan itu. Warga Semarang juga sudah mahfum kalau aparat birokrasi, hukum dan pemerintahan di sana sudah terkontaminasi dengan judi. Masyarakat juga tahu, para pejabat di Semarang menerima jatah dari bandar judi secara rutin. Malah, para pejabatnya sering berkunjung ke kantor pemerintahan/kantor polisi untuk bersilaturahmi sekaligus membayar “upeti”. Saking akrabnya dua kelompok ini, kadang-kadang upacara lepas sambut, pesta perpisahan, pesta mantu atau pembangunan gedung di suatu kantor pemerintah, dibiayai sebagian atau seluruhnya dari uang hasil judi.

Sebenarnya, masyarat di sana bukan diam saja. Beberapa kali terjadi demo mahasiswa.

…kadang-kadang upacara lepas sambut, pesta perpisahan, pesta mantu atau pembangunan gedung di suatu kantor pemerintah, dibiayai sebagian atau seluruhnya dari uang hasil judi

Tetapi ujung-ujungnya ada janji palsu dari aparat untuk menindaknya. Coba hitung, berapa banyak berita penangkapan/penggerebekan kasus perjudian oleh polisi yang muncul di media. Belasan atau puluhan barangkali. Lalu bandingkan dengan persidangan kasus tersebut di pengadilan. Ya ampuuuuuun, beda jauuuuuuuuuuuuuuuuh. Malah pernah, setelah terjadi demo mahasiswa yang menuntut pemberantasan judi, besoknya muncul demo tandingan dari pengecer judi togel yang jumlahnya lebih banyak daripada demo mahasiswa. Gileeee beneeer

Lain Semarang, lain Bandung….Ibukota tanah Priangan ini memang di pedalaman. Jelas tak ada tradisi pesisiran. Tapi entah karena itu atau bukang, yang jelas, susah mendapati tempat judi penjualan kupon togel. Hanya kalangan tertentu (penghobi togel tentunya) yang paham tempat-tempat tersebut. Saya melihatnya dengan kepala sendiri, seharian berkeliling Bandung, hanya melihat dua lokasi penjualan togel. Itupun berkat ajakan seorang teman di sana yang ternyata…pecandu togel. Satu lokasi tempatnya di ruko di dalam pasar sepanjang Jalan Suropati. Dari luar tempatnya terkamuflase dan nyaris tak terlihat karena tempatnya gelap dan sepi. Satu tempat lagi, berada di sebelah kios sate di dekat Pusdai Bandung. Hanya saja, kalau yang tak jeli, pembeli satu sekalipun tak tahu kalau tempat di sebelahnya jualan togel. Soalnya ia mirip tempat istirahat si penjual sate. padahal kalau sudah masuk, tempat yang hanya berdinding layar-layar warna biru dan hijau itu dipenuhi aneka kertas shio, colok, rekap togel dan kupon togel. Ada penjual yang sibuk melayani pembeli, sebuah meja dan penerangan lampu petromaks.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: