jump to navigation

Pasir dan Awan 5 Agustus 2006

Posted by sri nanang setiyono in Puisi.
trackback

Pada awan aku gantungkan angan-angan
walau kutahu sebenarnya dia hampa
tak punya cantolan, tak punya pegangan

pada pasir kupijakkan langkah
sayang dia tak kukuh
akupun luruh

ketika ku sadari puncak itu tak pernah ada
seluruh tenaga menjadi pencapaian sia-sia
—-+++—

kabut itu lenyap
sisa embunnya terasa senyap
Ada berkas membias gelap
Hitam, coklat….dan pengap

Kini aku tahu nasihat dari sahabat
Jangan sesali pertemuan yang sekelebat
Tapi syukuri kesan yang dia perbuat

sementara angin terus bertiup
saatnya akal menyalakan pelita
pendarnya harus memberi warna
agar tak ada jelaga hitam di pelupuk mata

sayup-sayup angin berguman kepada pasir
“kau boleh beterbangan sesukamu dengan tenagaku
tapi jangan karena fatamorgana kau terlena”

(tersadar)….oh…itu sindiran buatku…

akhir pekan di Serang

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: