jump to navigation

Teori Matematika dalam Jurnalisme 30 Oktober 2006

Posted by sri nanang setiyono in Jurnalisme.
trackback
Jurnalisme walau diakui sebagai cabang ilmu komunikasi, sebenarnya justru penganut kaidah-kaidah matematika yang taat. Bukan omong kosong bila jurnalisme selalu menuntut adanya transparansi, akuntabilitas, validitas, dan kepastian fakta. Seperti matematika, jurnalisme pun mengharamkan terjadinya kekacauan data, kesuraman (ketidakjelasan) narasumber, mencampurkan opini dalam reportase, dan mengarang atau memalsukan data. Pendeknya, jurnalisme yang bagian dari ranah ilmu sosial, berjalan beriring dan segendang sepenarian dengan matematika yang berada di wilayah ilmu-ilmu eksakta.

Bila dikaji lebih dalam, tampak jelas bahwa jurnalisme menerapkan prinsip-prinsip matematika secara ketat. Salah satunya adalah teori probabilitas (peluang/kemungkinan) yang dikenal luas dalam statistika – salah satu anak cabang matematika. Teori ini bertujuan mendapatkan data seakurat mungkin agar diketahui jarak pasti dari kondisi ideal. Dalam jurnalisme, kondisi ideal itu adalah fakta seakurat mungkin dan kebenaran sebenar-benarnya. Namun untuk mendapatkan fakta seakurat mungkin tidaklah mudah dan kebenaran sendiri memiliki banyak klaim. Oleh karena itu, diperlukan metode yang diterima semua pihak untuk mendekati kondisi ideal alias fakta yang 100 persen akurat.

Dalam teori probabilitas disebutkan nilai probabilitas (peluang) adalah jumlah peluang yang tersedia dibagi jumlah yang memperebutkan. Secara matematis rumusnya sbb:

        p = x / n

(dengan p nilai probabilitas, x jumlah peluang yang tersedia, n jumlah yang memperebutkan peluang)

Sebagai ilustasi adalah peluang mendapatkan kursi PNS dalam tes CPNS. Misalnya ada 100 peserta CPNS dan hanya 5 posisi yang diperebutkan, maka peluang tiap peserta adalah 5/100 atau 1/20. Dengan kata lain, agar bisa diterima menjadi PNS, tiap peserta CPNS harus bisa menyisihkan 19 saingannya.

Teori peluang ini diterapkan dalam mendapatkan fakta dari narasumber. Agar data yang digali dari narasumber adalah fakta (bukan rekayasa atau opini narasumber) maka kehati-hatian saat wawancara mutlak diperlukan. Harus disadari, tiap narasumber memiliki agenda tersembunyi saat berbicara kepada wartawan. Ada yang karena ingin dipuji, ingin mendapat simpati, ingin menyerang pihak lain, atau ingin menyembunyikan sesuatu. Di sisi lain, wartawan sejak pertama kali datang juga memiliki modal pemahaman yang bias terhadap suatu peristiwa. Penyebabnya karena memiliki keyakinan politik berbeda, latar belakang budaya dan pendidikan, interes pribadi, kebijakan media tempatnya bernaung, tekanan pihak lain, atau ketidaktahuan terhadap suatu masalah.

Misalkan kita mewawancarai tokoh A. Jumlah kemungkinan jawaban yang diberikan hanyalah dua yaitu benar atau salah. Artinya peluang mendapatkan informasi benar adalah ½. Begitupun peluang mendapat informasi salah adalah ½. Dari tiap pertanyaan yang diajukan pun peluang mendapat informasi benar adalah ½. Misalkan ada 10 pertanyaan yang diajukan, maka peluang mendapatkan informasi yang benar adalah 5/10 atau ½. Artinya ada peluang 5 jawaban yang diajukan tokoh A adalah benar dan 5 jawaban yang lain salah.

Alasan ini pula yang menyebabkan, narasumber tunggal dalam reportase jurnalistik sangat tidak dianjurkan. Wartawan yang hanya bisa mendapat satu narasumber dianggap sebagai wartawan tak profesional dan sering terjadi pada wartawan pemula. Editor atau redaktur selalu menekankan agar wartawan memperbesar peluang meraih informasi yang benar yaitu bergeser dari ½ ke arah angka 1 alias 100 persen. Caranya dengan memperbanyak narasumber dalam satu laporan jurnalistik. Makin banyak narasumber, peluang mendapat fakta dan kebenaran makin besar, itupun dengan catatan narasumber yang diwawancarai adalah yang kompeten. Pada saat yang sama memperkecil peluang terjadinya bias atau kesalahan data.

Sebagai contoh, bila kita mendapat 5 narasumber kompeten dan 2 narasumber tak berkompeten, maka peluang mendapat informasi akurat lebih besar dibanding peluang mendapat informasi salah.
Dalam jurnalisme memperkecil kesalahan data dilakukan dengan teknik cek dan ricek. Yaitu melakukan pemeriksaan ulang terhadap informasi yang diperoleh wartawan dari narasumber atau dari pihak lain. Pemeriksaan bisa menggunakan pembanding referensi, menanyakan ulang ke narasumber, mendatangi lokasi peristiwa, memutar balik pita rekaman (bila informasi direkam tape recorder), memeriksa foto dan lain-lain.

Teknik lain yang dipakai adalah cover both story (liputan dari dua sisi). Biasanya teknik ini dipakai untuk reportase terhadap konflik antara dua pihak. Kedua pihak harus diwawancarai dan disajikan dalam reportase yang berimbang. Lagi-lagi bertujuan agar mendapatkan data seakurat mungkin yaitu memperkecil peluang timbulnya informasi yang keliru. Namun teknik ini pun belum cukup karena terkesan menyuguhkan konflik semata. Pihak ketiga yang netral layak menjadi narasumber untuk menilai konflik yang terjadi dan tentu saja mengurangi terjadinya bias.

Sesungguhnya masih banyak teori matematika menjelaskan prinsip-prinsip jurnalisme. Seperti aljabar Boolean, persamaan Shannon, teori deret hitung dan lain-lain yang akan saya tulis di kesempatan berikutnya.

Iklan

Komentar»

1. hanny - 3 November 2006

Ini menarik banget, deh … saya sudah ingin membaca apa yang akan mas nanang tulis dengan aljabar Boolean dan persamaan Shannon serta teori deret hitung! seru banget, nggak pernah terpikir tentang jurnalisme dengan cara seperti ini sebelumnya! 🙂

2. sri nanang setiyono - 3 November 2006

Thx. Sebenarnya tak cuma teori matematika saja yang bisa menjelaskan fenomena sosial. Konsep fisika dan kimia juga bisa dipakai. Soal aljabar Boolean dan persamaan Shannon tunggu ya…

3. Jodistira - 25 November 2006

Boleh minta Soal Matematika yang sulit gak???? 10 soal aja atau lebih. buat belajar di rumah… lumayan banyak pikir terus cari kerjaan he..he…he…. kalo boleh aku minta dong sama jawaban nya juga rumus2 nya…. please. aku paling seneng matematika… kalo boleh tolong kirimin ke E-mail aku di Jodistira@yahoo.co.id. tolong ya… aku pengen cari soal yang susah…

4. Supadi - 20 Desember 2006

Mas Bisa minta artikel tentang Teori Kemungkinan Ga??kalo bisa tlong kirim ke email koeslala@yahoo.com kalo bsa secepatnya ya…
thanks

5. Noor Handayani kls :XI IS 3 - 3 Januari 2007

Assalammualaikum.Wr.Wb
pak,ini saya sudah mengerjakan tugas dari anda untuk memenuhi syarat remidial untuk melengkapi nilai matematika yang kurang sempurna.
Wassalammualaikum.Wr.Wb

6. d_sea - 25 Januari 2007

wow… ternyata rumit jga ya… ga nyangka bakal serumit itu… matematika aku aza ga gtu bgs… gmn mkn sa paham tentang jurnalis..?? aku ga gtu sa matematika… tapi ku pgn sa matematika… gmn ya caranya..??? saat memahami artikel yang kau tls di ats, ku rada2 bingung.. ga gtu ngetri… taoi… sukses da bwt kau…

7. ibnu taufik - 15 Februari 2007

wow… menarik sekali tebtabg pembahasannya, saya sebagai mahasiswa sangat terbantu sekali dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen

8. nurhayat - 18 Maret 2007

saya minta tolong dikirim soal-sol sains menejemen dengan 2 (dua) fariabel atau 3 (tiga) variabel untuk tugas mata kuliah sains menejemen tolong saya, mas saya perlu sekali serta jawabanya tolong bantu aku. secepatnya

thanks

nurhayat

9. Unknown - 28 Maret 2007

Hatur nuhun pisan nya… Biar sedikit tapi ngasih masukkan yang besar buat kuliah saya. Thx b4..

10. luna - 18 April 2007

boleh nanya gak….
ada soal yang orang bego kayak aku nih gak bisa jawab…
bantuin ya mas-mas ato mbak-mbak yang baik hati.
Probabilitas bahwa stasiun TV akan menerima 0,1,2,3,4,5,…,8 atau paling sedikit 9 pengaduan sesudah menyiarkan suatu program yang kontroversial berturut2 adalah 0,01; 0,03; 0,07; 0,15; 0,19; 0,18; 0,14; 0,12; 0,09 dan 0,02. hitunglah probabilitas bahwa sesudah menyiarkan program tsb stasiun TV akan memperoleh
a. kurang dari 4 pengaduan
b. paling sedikit 6 pengaduan
c. 5 sampai 8 pengaduan
Buat yang bisa mohon banget ya bantuannya secepatnya plisssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss………………………………..

11. Al Jupri - 22 April 2007

Bagus kang, saya tunggu tulisan berikutnya. Sepertinya menarik. Nambah wawasan saya…

12. Al Jupri - 22 April 2007

Bagus kang, saya tunggu deh tulisan berikutnya. Nambah wawasan saya..

13. wargabanten - 22 April 2007

Soal-soalnya bisa di bawah Pulang tidak, dijadikan PR gitu. Soal matematika kan sulit. Gw bisanya cuma hitung kembalian uang belanja doang..

14. kiki - 21 Mei 2007

aslm. mbak bisa minta soal matematika tentang probabilitas yang sering dipakai to UJIAN? sekalian jawabannya he…..

15. Candra - 3 Juni 2007

Isinya itu loh, tidak terlalu menjelaskan. maksud saya tidak ada penjelasan lebih jauh tentang pemberian rumus. hal itu semakin membuat saya bingung, karena saya sebagai pelajar yang diberi tugas oleh guru saya untuk mencari bahan tentang teori matetika peluang. yang di dalam artikel ini tidak diberikan penjelasan lebih jauh tentang rumus.

16. Natsume - 9 Oktober 2007

swt ya tho….Qnyari’i Peluang, dadakno isi’e nggombez!!Gak nyambunk!

17. Sharon - 9 Oktober 2007

yupp ga nyambong blass..

18. bambang kurniawan - 16 November 2007

ini kurang menarik bagi gue,,…maunya soalsoal peluang dimasukkan brooooo?

19. john - 20 November 2007

pace ko tolong kirim soal-soal matematika tentang deret hitung ka…
ini sa pu email palulungan_john@yahoo.com

20. ayu - 15 Februari 2008

tolong kirimin artikel matematika dong buat topik skripsi…
please…
klo ada send ke : ayu_2822@yahoo.com

21. catur - 23 Februari 2008

setuju. pada dasarnya matematika bisa muncul di bidangkehidupan apa saja. ini sesuai sejarah panjang matematika yang muncul justru dari fenomena alam, dan banyak ragam pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. tulisan tentang probabilitas ini mengingatkan bahwa matematika bukan ilmu yang jauh dengan kehidupan manusia.

22. vie_a - 22 Desember 2008

boleh kirim cntoh aplikasi tentang teori probabilitas ini ngak yang da dalam kehidupan sehari-hari. thanks

23. evan - 4 Mei 2009

mas boleh minta soal aljabar boolean ga’?

minta 20 soal aja,,
sama jawaban nya…

tolong banget nie mas…

plizzzz…

24. andra agustina - 24 Juni 2009

belajar matematika emang gak susah kok…
kan gak jauh dari kehidupan keseharian kita.
kalo bisa mas, tolong masukin teori peluang yang berkaitan dengan permaninan domino ya………

25. -unknown- - 24 November 2009

gara2 artikel ini, saya jadi bisa mengerjakan soal matematika yang diberikan . thanks yah 🙂

sri nanang setiyono - 10 Januari 2010

thanks juga sudah membaca dan berkunjung 🙂

26. kevin - 8 April 2010

tangk”s tz infom,a….
skarana q mt soal matamatika bab kemungkinan. tr q jwb.

27. bowo - 9 Juni 2010

ini tugas yang saya cari terima kasih!

28. What stat said about my blog in 2010 « Ngomongin Apa Aja…. - 2 Januari 2011

[…] Teori Matematika dalam Jurnalisme October 200628 comments 4 […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: