jump to navigation

Membaca Perspektif Barat tentang Sains di Dunia Islam 13 November 2006

Posted by sri nanang setiyono in Islam.
trackback

Jurnal ilmu pengetahuan ternama Nature edisi 2 November 2006 lalu menyajikan laporan khusus tentang sains dan dunia Islam. Laporan ini sangat menarik. Tak seperti perspektif akademisi Barat tentang jihad dan terorisme yang sering sinis dan tendensius tentang Islam, perspektif mereka tentang sains di dunia Islam cukup fair dan komprehensif.

Laporan yang dibagi dalam 9 bagian itu, menyajikan data singkat perkembangan sains dunia sejak jaman kekhalifahan Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad, hingga Bani Ustmaniyah di Istambul. Saat itu, Eropa masih sangat terbelakang dalam soal sains dan teknologi.

Disajikan pula pandangan kontemporer tentang perkembangan riset ilmu pengetahuan di negara-negara Islam saat ini. Disebutkan dalam laporan itu, perkembangan sains di dunia Islam tak merata kemajuannya. Negara-negara Islam di Afrika Utara masih berkutat dengan kemiskinan dan masalah-masalah sosial dan ekonomi sehingga tak menunjukkan kemajuan dalam bidang sains. Sedangkan di negara-negara Teluk yang kaya minyak, rupanya berkah petrodolar tak serta merta membangkitkan riset sains. Negara teluk yang dianggap maju dalam sains adalah Iran yang terwakili oleh proyek riset nuklir dan persenjataan militer.  Sedangkan Turki, satu-satunya anggota OKI yang juga anggota Uni Eropa, memacu dirinya dalam riset sains karena ingin menyejajarkan diri dengan masyarakat Eropa yang lain. Di anak benua Asia, Pakistan juga pelopor dalam riset sains khususnya dalam persenjataan nuklir.

Bagaimana dengan Indonesia? Walau tak dianggap menonjol, Indonesia dianggap punya kemauan dalam kemajuan sains dengan peningkatan alokasi dana riset yang dikucurkan setiap tahun. Jurnal ini mewawancarai ketua lembaga Eikjman di Bogor yang mengatakan kemajuan riset lembaganya yang bisa dicapai saat ini adalah masih bisa bertahan untuk melakukan riset. Maksudnya tentu masih bisa mengadakan riset dan bersyukur karena tidak bernasib seperti IPTN. Namun kemajuan Indonesia ini, ulas jurnal tersebut, tak cukup berarti dibandingkan Malaysia yang sudah melangkah dengan proyek riset microchip dan teknologi informasi secara masif.

Juga dikupas tentang tiadanya korelasi antara kemajuan sains dengan sistem pemerintahan di negara-negara Islam yang kebanyakan masih bersifat otoriter. Sains, kata Nature, tak serta merta bangkit oleh suasana demokratis. Kemajuan dalam pengusaan sains, lebih merupakan kesadaran penguasa (political will) dengan cara menganggarkan dana riset, pendidikan bermutu dan pengiriman siswa untuk belajar ke luar negeri. Dalam salah satu wawancaranya yang disajikan dalam podcast, jurnal ini memberi contoh China, Rusia dan Korea Utara yang juga unggul dalam bidang sains dan teknologi kendati para ilmuwan dan akademisi di sana hidup dalam suasana otoriter. Sayangnya tak dikupas tentang korelasi antara religiusitas masyarakat Islam dengan kemajuan sains. Toh, walau begitu, informasi yang disajikan sangat layak untuk dibaca siapa saja yang peduli pada kemajuan sains, dan tentu saja Islam. Belum lagi link-link ke situs lain yang sangat komprehensif. Selamat membaca.

Selengkapnya tentang laporan itu, klik di sini

Iklan

Komentar»

1. hisyam - 24 April 2008

sangat menarik sekali jika kita memperbincangkan kaitan islam sains tetapi yang yang menjadi pertanyaan bagi saya pribadi apakah kemunculan sains dengan teknologi informasinya yang sangat maju dengan sangat pesat sekali akan memberikan korelasi dan pengaruh yang komperhensif dalam perkembangan dunia islam pada khususnya terutama pada masalah moral. padahal pada sisi lain sangat banyak sekali kaum-kaum proletar yang menggunakan teknologi informasi terutama pada masalah internet tidak digunakan dengan sebagaiman mestinya. bagaimana komentar anda,jika memungkinkan kirim juga artikel anda tentang hal itu. terima kasih.

2. ami - 26 Januari 2010

bermain dengan islam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: