jump to navigation

Esai Foto : Demi Anak 22 November 2006

Posted by sri nanang setiyono in Esai Foto, Fotografi & Digital Imaging.
trackback

foto : sri nanang setiyono

Beberapa hari lalu saya mengangkut dua kardus berisi barang-barang koleksi saya ke Serang. Satu dus berisi koleksi DVD dan satunya lagi koleksi CD musik, MP3, CD program komputer, dan CD data foto. Di dus terakhir itulah, saya menemukan CD yang berisi foto-foto yang saya ambil beberapa tahun lalu. Salah satunya tampak di atas.

Foto tersebut saya ambil di suatu siang sekitar pukul 14.00 di kota Kudus, Jawa Tengah, akhir tahun 2002. Dari sisi fotografi, tak ada yang istimewa dari foto tersebut. Namum momen yang terekam cukup menarik dan cukup berkesan buat saya.

Saat mengendarai sepeda motor dalam perjalanan ke kantor, tiba-tiba saya disalip seorang bapak berumur sekitar 35 tahun yang membonceng bocah lelaki yang usianya kira-kira 5 tahun. Bocah itu tertidur. Tangan kirinya menggantung sedangkan tangan kanannya tak tampak merangkul pinggang si bapak. Untuk menjaga agar tak jatuh, si bapak pun menopang tengkuk anaknya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya memegang stang.

Saya ikuti si bapak hampir sejauh 500 meter. Karena takut kehilangan momen, saya pun menyalip, berhenti di depannya dan mencoba memotretnya dari depan. Saat itu saya memakai kamera digital Nikon 4500. Tetapi foto dari arah muka tak menampilkan gambar si bocah yang sedang tertidur. Saya pun memotretnya lagi dari arah belakang. Beberapa kali jepretan, saya akhirnya mendapat sudut pengambilan foto paling kuat seperti foto tersebut. Saya masih ingat saat itupun saya sempat memotret seorang bapak mendorong becak yang penuh dengan angsa. Kebetulan becak ini melintas di jalan yang sama dengan si pengayuh sepeda.

Saya sempat berpikir bagaimana kalau tiba-tiba ada mobil atau motor menyalip sepeda itu dengan kecepatan tinggi. Pasti si bapak kaget dan harus mengerem mendadak. Kalau itu terjadi, pasti bocah yang diboncengnya itu akan……Ah, saya tidak tahu. Setidaknya saya belum menemukan momen seperti ini lagi.

Iklan

Komentar»

1. Dino - 22 November 2006

Sudut fotonya bagus, jadi keliatan bahaya banget kesannya..

2. sri nanang setiyono - 22 November 2006

blog anda juga keren, saya udah mampir tadi. isinya informatif. salam kenal juga

3. Yasha - 22 November 2006

Serem ya…. Tapi itulah pemandangan normal di Indonesia.

Di Delaware pasti sangat beda ya Dino?

4. Luthfi - 22 November 2006

biasanya si anak kan ditaliin ke sepeda (atau ke babenya) pake jarit, biar lbh aman

5. sri nanang setiyono - 22 November 2006

kalo saya bilang sih orang indonesia emang suka cari praktisnya. kalo ada yang gawat, dipikir belakangan.

6. Luthfi - 22 November 2006
7. ira - 30 Januari 2007

Sudah bisa dibayangkan resiko yang harus ditanggung si bapak seandainya terjadi hal yang tidak terduga sebelumnya.

8. uwien - 7 April 2007

diliat2….emang demi anak, tapi resiko nya itu lho..
but gw percaya..orang tua selalu brusaha ngelakuin yg terbaik untuk anaknya…

9. esaifoto - 24 Januari 2009

salam dari bandung

Para penyembah kekuasaan tanpa rasa malu mempertontonkan kebodohannya di hadapan rakyat dengan iklan politiknya.

Dan rakyat jelata yang menganut ediologi “ hasal perut kenyang” mau saja di bodohi oleh janji-janji politik kaum penyembah kekuasan tanpa ada perasaan di bodohi dari tahun-ketahun dan hanya bisa beronani dalam pikiran menunggu sang ratu adil.

“betapa gobloknya hidup di negeri para badut”
http://esaifoto.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: