jump to navigation

Bangkrut Hati, Bangkrut Jiwa 11 Januari 2007

Posted by sri nanang setiyono in Hikmah.
trackback

Awal tahun yang semula kita harapkan sebagai wujud optimisme rupanya digelayuti mendung. Dua musibah nasional menerpa kisi-kisi ruang ego kita yaitu hilangnya pesawat Adam Air penerbangan Surabaya-Menado dan tenggelamnya kapal motor (KM) Senopati.

 

Pembaca yang budiman. Ada satu pepatah bijak warisan leluhur yang patut kita ingat dan jadi pegangan terkait musibah ini. Bunyinya begini : Besar pasak daripada tiang. Seringkali pepatah ini diartikan sebagai pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Kisah tentang pemborosan dan ketidakmampuan kita mengelola sumber daya finansial dengan baik. Kisah tentang kondisi tekor, pailit atau bangkrut.

 

Bila kita berkaca lagi, tak melulu soal materi yang membuat kita lunglai. Banyaknya alokasi kesedihan akibat peristiwa pribadi atau sosial dan beban psikologis diri yang belum terselesaikan dan menumpuk, turut menjadi penyumbang kebangkrutan itu. Tak cuma secara finansial, kita juga bangkrut secara kejiwaan. Kehilangan asa yang telanjur didepositokan.

 

Lantas apa hubunganya dengan musibah kapal tenggelam dan pesawat hilang? Saya hanya mengingatkan, bisa jadi suatu saat kita bangkrut secara kejiwaan seperti keluarga korban musibah tadi. Sebelum dia datang (tentu tak ada salahnya berjaga-jaga), yuk menabung dan menyimpan stok moral dan nutrisi jiwa. Paling tidak kita sadar, suatu saat kebangkrutan pun bisa tinggal nyaman di hati dan rumah kita. (tulisan ini menjadi editorial di SuperStar PI-Bintaro)

 

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: