jump to navigation

Lima Tahun (1) 10 April 2007

Posted by sri nanang setiyono in Puisi.
trackback

Lima tahun lalu, Dik
pertama kali kutemui sorot mata itu
pada dinding beku kelabu
dengan pasak paku yang berkarat
memahat senyum kecutmu yang berat

Lima tahun itu, Dik
Membuat kita lupa segala cerita
kecuali bencana-bencana
tentang hilangnya rasa percaya
atau tipisnya iba
dari orang-orang yang mengaku tahu segala
yang selalu tersenyum saat saudara-saudara kita
tak kuasa menyambung asa
apalagi bercita-cita

Tanah yang kita pijak ini, Dik
sudah penuh dengan cerita
tentang ketegaran hati dan kekuatan jiwa
juga perih pedihnya mala petaka
toh sampai kering air mata
tak juga membuat Prabu Dasamuka
menjadi lemah lembut
atau berubah wujud
menjadi Sri Kresna

Lima tahun lalu, Dik
bukan mula dari semua
bukan awal dari derita
Ia hanya kembali mengingatkan kita
semuanya masih sama saja

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: