jump to navigation

Problem Komunikasi di Lembaga Pendidikan Sain (Saran untuk FMIPA Undip) 14 April 2007

Posted by sri nanang setiyono in Kimia, Pendidikan, Sains.
trackback

Tulisan ini adalah surat terbuka kepada civitas academica Fakultas MIPA Undip. Tak ada niat menghakimi atau membongkar kekurangan fakultas yang pernah saya jadikan tempat belajar beberapa tahun lalu. Dengan latar belakang saya selaku wartawan di beberapa media massa, dan pengamatan terhadap lembaga-lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri, saya ingin berbagi usulan pengembangan fakultas yang saya cintai ini.

Garis besar dari pokok-pokok pikiran ini mencakup hal-hal mendasar yang dihadapi oleh lembaga pendidikan di Indonesia dan tantangan bangsa di tengah tren global saat ini. Masalah yang dihadapi lembaga pendidikan di Indonesia pada umumnya adalah :
1. Tuntutan kualitas pendidikan
2. Tuntutan kualitas produk pendidikan (lulusan atau alumni, kepedulian sosial, dan manfaat )
Hingga saat ini formula untuk memenuhi keduanya memang masih menjadi perdebatan para ahli. Yang pertama biasanya berkait dengan sumber daya manusia (pengajar dan pengelola), prasarana dan sarana belajar, serta sistem pendidikan dan kurikulum. Sedangkan yang kedua mencakup tanggung jawab sosial lembaga terhadap output kegiatan belajar mengajarnya dan keberadaan fisiknya di suatu tempat.

Dari kacamata tersebut, Fakultas MIPA saat ini relatif sudah memadai memenuhi unsur nomor satu, walau belum maksimal. Hanya saja masalah nomor dua tampak sekali kedodoran. Setidaknya masyarakat luas belum melihat kiprah nyata yang bisa diberikan oleh FMIPA selain meluluskan alumni. Begitupun apreasiasi masyarakat Indonesia dan dunia melihat kiprah dan reputasi FMIPA sebagai pencetak sarjana-sarjana sains belum begitu terasa. Bandingkan dengan fakultas ekonomi, kedokteran, teknik atau lainnya. Tanpa mengabaikan usia yang relatif muda, FMIPA berpotensi untuk sejajar dengan kiprah fakultas lain bahkan melampauinya.Di sinilah tampak sekali problem komunikasi di antara pengelola FMIPA sangat akut. Pengelola lembaga pendidikan sains baik FMIPA ataupun bukan tak memahami konsep-konsep komunikasi agar kiprahnya diketahui publik. Mereka lebih asyik berkutat pada proses pendidikan dan penelitian. Barangkali ini adalah penyakit umum di antara ilmuwan bidang sains di Indonesia maupun di mancanegara.

Dari kacamata awam, pertanyaan-pertanyaan berikut adalah gambaran yang mewakili pandangan mereka terhadap institusi pendidikan sains. Pertanyaan -pertanyaan itu antara lain:
1. Siapakah lulusan-lulusannya yang membuktikan kualitas proses belajar mengajarnya?
2. Apa manfaat keberadaan fakultas bagi masyarakat sekitar?
3. Tulisan-tulisan apa saja yang sudah dipublikasikan oleh lembaga ini?
4. Buku-buku apa yang sudah diterbitkan oleh dosen dan pengajar?
5. Penelitian-penelitian apa yang sudah dilakukan mahasiswa maupun dosennya?
6. Inovasi apa yang sudah ditemukan dan memberi sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun aplikasi nyata demi
memecahkan masalah di Indonesia?
7. Dimana dan bagaimana mendapatkan informasi tentang FMIPA?
8. Bagaimana cara menjalin kerjasama dengan FMIPA?
9. Peluang apa saja yang bisa dijadikan wahana kerjasama di FMIPA?
10. Bagaimana menghubungi FMIPA?

Secara umum gambaran kondisi FMIPA Undip saat ini bisa dilihat dari tabel analisis SWOT berikut:


Strenght




Weakness



Opportunity



Threat



Status negeri (disokong
negara)




Birokrasi lambat



Lebih dipercaya



Banyak PTS yg lebih maju
dan jalin afiliasi ke PTS Asing



Dana operasional dari
negara




Dana terbatas



Bisa mencari dana dari
luar lwt kerjasama



Terkendala aturan



Kurikulum standar




Adaptasi kurikulum
internasional lambat



Lebih sering undang dosen
tamu u/ kuliah umum





Sarana cukup




Kurang dikenal



Menjadi fakultas favorit
di Undip/Indonesia





SDM Pengajar S2 dan S3




Karya non penelitian
kurang


Publikasi dosen (buku)
minim





Tak dikenal public


-dianggap nomor 2



Mahasiswa rajin-rajin




Mahasiswa masuk karena
pilihan ke 2





Outputnya tak maksimal






-Budaya publikasi kurang


– Tak ada bagian khusus
komunikasi



Bikin publikasi sendiri


Siapkan web interaktif



Ditinggalkan masyarakat
dan calon mahasiswa






Kerjasama LN kurang (dgn
lembaga atau personal)







Punya ikatan alumni di
tiap jurusan




Aktivitasnya tidak jelas



Sebagai jaringan
informasi dan kerjasama pihak ketiga








– Kegiatan mahasiswa
kurang membumi (jauh dari masyarakat)


– Budaya entrepreneuship
rendah (mahasiswa lebih berpikir setelah lulus menjadi karyawan)






Dari analisis SWOT dan gambaran permasalah umum serta potensi yang dimiliki, berikut beberapa saran yang bisa dikerjakan untuk pengembangan FMIPA Undip :
1. Bidang Kurikulum dan Akademik
a. Penambahan kurikulum internasional.Melengkapi kurikulum yang sudah ada, sebaiknya tambahkan mata kuliah-mata kuliah baru seperti TOEFL, kewirausahaan, writing mastery,pengenalan IT dll.
b. Pembentukan wadah baru di luar kurikulum.
Opsi ini bisa dilakukan bila pilihan a tidak memungkinkan. Wadah itu berupa Unit Teknis seperti Toefl Corner, Entrepreneurship Corner, Writing Club, IT Group, Management dan lain-lain. Bidang-bidang tersebut adalah keahlian-keahlian yang diperlukan dalam abad ke 21 yang berbasis pada komunikasi dan kompetensi individu.

c. Membuat situs internet akademik yang berisi berita seputar kampus maupun materi perkuliahan dan tautan ke situs-situs pribadi para dosen, alumni atau mahasiswa. Dengan demikian, pikiran-pikiran para dosen, alumni atau mahasiswa bisa diakses secara luas oleh masyarakat.

d. Mendorong dan memberi insentif bagi dosen yang menulis buku atau publikasi ilmiah.

2. Bidang Publikasi dan Komunikasi

Usulan di bidang ini antara lain :

a. Meningkatkan kinerja Perpustakaan sehingga tak sekadar melayani mahasiswa tetap sebagai pusat publikasi ilmiah yang bisa diakses masyarakat luas. Abstrak penelitian skripsi mahasiswa dan dosen harus bisa diakses secara mudah dalam bentuk hard copy atau soft copy secara offline atau online.

b. Perpus perlu menjalin kerjasama dengan penerbit untuk membuka peluang bagi dosen atau mahasiswa yang ingin
menulis di luar.

c. Perpus menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain di Indonesia atau luar negeri dalam bentuk pertukaran data
ilmiah, abstrak, buku, atau pelatihan bagi staf.

d. Bila memungkinkan dibentuk Unit
Khusus Kehumasan
atau Marketing Communication. Unit ini bertugas :

i. Membentuk citra positif FMIPA di dunia luar.

ii. Menjalin kerjasama dengan institusi media massa, industri, lembaga lain atau individu yang berpotensi mengangkat kualitas FMIPA.

iii. Mengisi dan meng-update layanan publikasi ilmiah maupun website FMIPA secara berkala (minimal seminggu sekali).

iv. Menawarkan jasa-jasa ilmiah/non ilmiah FMIPA ke lembaga lain atau masyarakat umum.

v. Mencari dan mendapatkan informasi beasiswa terbaru untuk disebarluakan ke mahasiswa dan dosen.

vi. Sebagai think tank untuk merumuskan kebijakan strategis komunikasi FMIPA

vii. Dll.

3. Bidang Kemahasiswaan

a. Membentuk kantong-kantong diskusi mahasiswa di sekitar kampus dengan memperbanyak tempat nongkrong
diskusi mahasiswa.

b. Mendorong dosen agar bisa dihubungi mahasiswa
kapanpun untuk sekadar berdiskusi lewat email, telepon atau tatap muka langsung.

c. Mendorong mahasiswa aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dengan memperbanyak pilihan kegiatan yang bisa diikuti.

d. Menggelar diskusi ilmiah rutin di tiap jurusan atau fakultas setiap minggu, dua minggu atau bulanan. Pada tahap
awal (hingga 6 bulan) kegiatan ini sebaiknya dikelola oleh Fakultas dan berikutnya dijalankan oleh mahasiswa.

e. Mengadakan lomba-lomba bagi mahasiswa dalam bidang ilmiah, proposal penelitian, penulisan karangan ilmiah, penulisan ilmiah populer, penulisan ilmiah populer dalam bahasa Inggris,penulisan resensi buku ilmiah, dll.

Dari usulan-usulan tersebut, akan mengemuka pertanyaan tentang sumber pembiayaan, tim pelaksana hingga pertanyaan siapakah yang bertanggungjawab mengawali dan mengawal hal-haltersebut. Berikut beberapa opsi yang bisa dipilih :

1. Pendanaan

a. Dari negara
Caranya dengan mengalokasikan dari anggaran rutin atau mengajukan pos anggaran baru.
b. Swadaya dan dana pihak ketiga.

Untuk pola ini bantuan bisa berasal dari lembaga-lembaga donor di luar negeri atau di dalam negeri seperti Ford Foundation, Sampoerna Foundation, The Habibie Center,
Asian Foundation, UNESCO dll.

Dana bisa juga dari pihak ketiga yaitu perusahaan-perusahaan di dalam negeri dengan
syarat memberi konsesi berupa barang atau jasa kepada mereka. Beberapa perusahaan yang bisa diajak bekerja sama antara lain PT Telkom, PT Indosat, Caltex,
Astra Honda Motor, dll.

2. Pengelolaan

a. Untuk lembaga-lembaga baru
seperti IT Group, Website dll sebaiknya dikelola oleh kalangan sendiri (dosen, mahasiswa, staf) dari jurusan atau fakultas yang berkompeten. Sedangkan lembaga
lain seperti Toefl Corner, Entrepreneurship Corner bisa memanfaatkan tenaga yang dimiliki oleh Fakultas dan melibatkan alumni atau lembaga lain (British Council, Entrepreneur University, Kadin, dll) dalam bentuk kerjasama jasa.

b. Khusus lembaga Unit Humas atau Marketing
Communication harus diusahakan melibatkan orang luar sebagai konsultan dengan staf dari tenaga yang dimiliki Fakultas atau Jurusan.

c. Lembaga-lembaga itu sebaiknya dihimpun dalam satu wadah dan dikontrol langsung oleh Dekan atau Pembantu
Dekan.

Meski tak begitu rinci, namun usulan-usulan ini dalam pandangan saya sangatlah realistis dan bisa diwujudkan asal ada kesungguhan. Tentunya melihat potensi dan kendala yang dihadapi, pembentukan lembaga atau kegiatan itu tak bisa dilaksanakan sekaligus. Yang lebih penting adalah menjaga agar semangat dan platform pengembangan yang berorientasi think globally act locally ini tetap terjaga. Bila benar-benar diwujudkan, paling tidak dalam waktu 6 bulan, hasil dari tindakan ini mulai bisa dirasakan manfaatnya. Sekian.

Hormat saya,

Sri Nanang Setiyono
Alumni Kimia FMIPA Undip
*) Tulisan ini dibuat setelah obrolan ringan dengan

Dekan FMIPA Undip Drs Rum Hastuti MSi, di ruang kerjanya, Senin (9/4) lalu.
*) Juga dimuat di blog KimiaUndip

powered
by performancing firefox

 

Iklan

Komentar»

1. Ikhwan - 18 April 2007

Yak.. Tul juga Mas Nanang… Saya juga lulusan FMIPA Undip.. Masih saya rasakan betapa kiprah Alumni MIPA Undip di Masyarakat masih sangat sedikit (termasuk saya, hehe…). Hal ini karena kurangnya informasi bagi sesama alumni dan belum ada wadah/ organisasi yang memadai yang mampu mengikat tali dan sambung rasa sesama Alumni…
Mestinya, MIPA yang notabene Basic Scinece.. hasrus bisa menghasilkan Alumni yang berwawasan Ilmu dan mampu menciptakan Lapanga Kerja… (itu yang di mau i semua orang kan?)
Dan mestinya MIPA dapat lebih maju, karena terbuka kesempatan luas untuk menjalin kerja sama dengan pihak luar (pabrik atau lembaga riset independent)…
Semoga dengan adanya surat terbuka dari mas Nanang, mampu membuka wacana kita semua, terutama bagi kita/mereka yang ada sangkut pautnya dengan ke-MIPA-an UNDIP
Bravo Mas Nanang…

2. wargabanten - 22 April 2007

Mari KITA BENTUK WADAH nya yang bisa menyalurkan Aspirasi dan pemikiran bagi kemajuan bersama. Kalau memang dengan dibentuknya WADAH bersama dapat lebih Bermanfaat dan baik.. kenapa TIDAK!

3. A.S. Bakhri - 22 April 2007

betul… namun yang saya heran dengan selama ini yang banyak bolong kosong tapi ternyata menciptakan beberapa manusia-manusia yang tidak mlompong, contoh saja sang penulis, sang interviewer dari angktan 2000 (menginterview calon karyawan dan juga melakukan deal usaha di tempat kerja), sang pengelola (masih eksis hingga sekarang atm tetap berdiri), sang pemberi ilmu (menularkan virus keilmuan di dlm maupun di kandang teman), dan juga sang pencari kerja yang tetap mau berusaha get a life serta masih banyak juga yang mengambil jalan lain dari induk. jadi apa yang jadi kurang terkenal?

saya dengar itb bekerjasama dg badan pelathan melakukan pelatihan tgl 21 kmrn dan itu berkelanjutan, USU mengadakan Semnar Internasonal. bgmn dgn Kimia , Undip yang punya ITB (Institute Tech Berlin, Mr. Sizouw), bgmn kerjasamanya?

Basic science yg pernah saya alami banyak yang bertanya : mas, kalo misalnya mau krom-kroman warna biru gmn? mas, kalo mau ngilangin kotoran dari plastic biar cuma direndam trus diaduk pake apa? saya, punya ampas gasifier batubara bisa dimanfaatkan nda? MAS, GIMANA BIKIN BOM? mas, bisa nda bunga kamboja dari kuburan laku? itu semua pertanyaan dari grassroot (orang-orang kelas bawah) yang menganggap qt orang SOLUTIVE (bisa apa aja), tapi saya justru menganggap meraka sebagai orang jauh tngkatan diatas saya sbgi orang kimia.

Bravo juga buat mas Ikhwan,
Sukses buat mas nanang
Selamat Ibu Rum Hastuti, salam hormat dari saya yang sudah berlama-lama berada di camp lt.2.

Adios cerio

4. Ikhwan Nasirudin - 13 Mei 2007

Wah… Sebenarnya, MIPA tuh klo sedikit saja mau berusaha, lulusannya ndak kalah dengan kerjanya seorang proffesional.. Beberapa waktu yang lalu, saya pernah jumpa dengan seorang wanita (di Yogyakarta) yang benar2 mencerminkan kemandirian, yang meskipun bukan dari MIPA, tapi bisa memberikan jalan buat rekan-rekan lulusan MIPA yang sedang berputus asa, terutama untuk jurusan Biologi dan Kimia.. Tetapi, sekali lagi, saya tekankan, bekerja dengan Ilmu adalah ibarat bekerja dengan Allah (Tuhan), dimana seseorang tidak boleh berputus asa dan tidak boleh terburu-buru untuk merasakan hasilnya. Selama kita bekerja dengan Ikhlas, Insya Allah, Rizky akan sendirinya mengalir…
Semoga…..
Perlu saya ceritakan sedikit, Beliau adalah lulusan DIII Farmasi, yang kemudian beralih proffesi dan bermain-main dengan bahan kimia dan hormon serta pengetahuan tentang Kultur Jaringan..
Sungguh suatu perjuangan yang hebat… Dan sampai sekarang beliau dengan tangan terbuka sanggup membantu setiap insan yang mau bersungguh-sungguh dalam berusaha…

5. WH Rahmanto - 19 Mei 2007

MIPA..MIPA..MIPA..
MIPA telah memberikan pengalaman hidup yang amat mengesankan buat saya. Kala itu, sekian puluh tahun lalu saya memantapkan diri mendaftar-ulang di jurusan Kimia-FIPA UGM (pilihan I) setelah mendapat surat pemberitahuan lolos-tes. Saat itulah saya menjadi orang yang benar-benar sangat bodoh di hadapan teman-teman dan orang-orang yang tahu potensi perguruan tinggi. Mereka sangat menyayangkan kenapa saya memilih jurusan itu. Pasalnya, saya juga diterima di Jurusan Kimia-FTeknik UGM (Pilihan II). Terbalik, bodoh, ……, dsb. Kenapa bukan Teknik Kimia sbg pilihan I, dan kenapa tidak masuk ke Teknik Kimia saja padahal sama-sama diterima. “Cinta itu buta….” , barangkali kalimat itulah yang bisa saya gunakan untuk berapologi menjawab tudingan orang lain. Sejak SMA saya memang sudah sangat menyenangi Kimia, karena waktu SMP saya suka “mencuri-curi baca” buku-buku SMA paman saya, termasuk buku Kimia (satu ditulis Peperzak, satu ditulis Pulling). Tentu bukan tanpa pertimbangan matang ketika saya menetapkan Kimia-FIPA UGM sebagai pilihan I, meski dalam perjalanan akademik saya untuk menggapai B.Sc., Drs., dan M.Si. di UGM tidak sesukses teman-teman yang mengambil Kimia-FIPA sebagai pilihan II (atau tepatnya pilihan terakhir). Kesan positif ketika pertamakali menginjakkan kaki di kampus adalah “kesangarannya”. Betapa tidak, kampus bergedung kuno ternyata berisi buku-buku dan jurnal yang untuk membacanya saja bisa menghabiskan umur. Perpustakaan Fakultas buka full pk 08.00 – 13.00 (normal), diperpanjang lagi dari pk 16.00 – 21.00 (masa ujian). Ruang baca perpustakaan Universitas yang bersebelahan dengan gedung FIPA, buka pk 08.00 – 21.00 setiap hari. Petugas perpustakan sangat disiplin dan tepat waktu. Untuk praktikum maupun penelitian TA, peralatan gelas dan neraca analitik tidak pernah kekurangan. Peralatan standar lab tercukupi. Semua praktikum sangat disiplin, kental sekali dengan perjuangan untuk meraih pengetahuan & ketrampilan. Diskusi bahan-bahan kuliah, merupakan nuansa akademis-keilmuan yang mewarnai keseharian mahasiswa di kampus. Jarang sekali mahasiswa menyia-nyiakan waktu mengobrol tak tentu arah. Kalaupun ada, menjadi cibiran dan dijauhi teman-teman lainnya….Golek ngelmu kudu nganggo laku (mencari ilmu haruslah dengan aktivitas), ngelmu kuwi angel yen durung ketemu (ilmu itu sukar bila belum didapatkan) menjadi ideologi kami.
Itulah atmosfer akademik-keilmuan yang tidak saya jumpai di FMIPA-UNDIP. Lengkapnya buku-buku dan jam layanan di perpustakaan, serta alat-alat standar lab adalah ‘political will” para pejabat di Fakultas maupun Universitas. Jurusan/Program studi hanya berwenang melaksanakan tugas sebagai pelaksana kurikulum. Dosen punya kewajiban melekat melakukan penelitian pengembangan ilmu untuk meningkatkan kualitas isi perkuliahan, namun tak setetes dana pun dialokasikan Universitas untuk itu. Dosen terpaksa berkompetisi meraih dana penelitian dari sumber lain. Namun, namanya saja kompetisi…sekalipun proposalnya bagus, namun kalah bagus dari yang lain, tentu akan KO. Kapan FMIPA-UNDIP bisa ke sana, Pak Rektor?
Kenapa saya memilih Kimia-FIPA UGM waktu lalu, dan bukan Teknik Kimia….juga apa sebenarnya perbedaan antara Kimia-MIPA dengan Kimia Teknik…..? kita tunggu episode mendatang…..

6. Chandra Widyanto (Alumni Biologi 1997) - 3 Agustus 2007

Kepada Yth :
Rekan-rekan Alumni FMIPA Undip

Saya rasa semua alumni dari berbagai disiplin ilmu adalah sama,dan mempunyai kiprah yang penting pula di semua sisi kehidupan. Sebagai pribadi yang pernah merasakan sistem pendidikan di FMIPA Undip dan saat ini saya berkarya dimana saling berhubungan dengan disiplin ilmu yang lain ternyata peran kita setara dengan mereka dan jangan pernah merasa menjadi nomor dua tentunya. Hal ini perlu diimbangi dengan pengembangan diri kita sendiri…saya rasa kuncinya seperti itu…Fakultas telah memberikan “lahan” kepada kita tinggal bagaimana menanami lahan tersebut menjadi lahan yang subur dimana di sana “bibit” kita akan mempunyai nilai jual…
Untuk Para Guru yang telah membimbing kita…Hormat saya haturkan…
Untuk Para Rekan-rekan Alumni bawa nama FMIPA Undip untuk terus maju dimana tempat Rekan-rekan semua berkarya.
Untuk Para Mahasiswa FMIPA Undip…berkarya terus, tingkatkan kemampuan diri bangun “image” FMIPA Undip semakin baik…Semua sama…

Hormat saya,

Chandra Widyanto
Alumni Biologi Oktober 1997
Jl. Cik Di Tiro GK V/ 292A Jogjakarta
Telp. 0274.545127/ Fax. 0274.545128
Mobile 08121590641
Email : chandra.w@tawadahealthcare.com

7. chandra Widyanto (Alumni Biologi 1997) - 6 Agustus 2007

Kepada Yth :
Rekan-rekan Alumni FMIPA Undip

Dengan hormat,
Sebetulnya secara kualitas kita sama dengan rekan-rekan yang berasal dari jurusan yang lain. Namun inti dari itu semua adalah pengembangan diri yang mesti kita tingkatkan dari waktu ke waktu. Banyak pengalaman yang telah saya dapatkan dimana tempat saya berkarya yang selalu berhubungan dengan rekan-rekan dari disiplin ilmu yang lain dan juga dari institusi pendidikan yang berbeda (ex : UI,UGM, ITB, USAKTI, UNPAR dll) ternyata sistem pendidikan yang saya dapatkan di FMIPA telah membentuk suatu rasa “pride” dimana kita adalah sejajar dan kita bukan orang nomor 2…semua sama…tingkatkan potensi diri, perluas wawasan, pelajari ilmu lain, tingkatkan lingkungan pergaulan, percaya diri…itu kunci bahwa kita para “penjelajah dusun Tembalang” pantas untuk berada di kawasan Sudirman, Thamrin, Patal Senayan, Jogjakarta, Bandung dll…dimana para orang-orang pilihan berada….semua sama…

Hormat saya,

Chandra Widyanto (Alumni Biologi, Oktober 1997)
Jl. Cik Di Tiro GK V/292A Jogjakarta
Telp/ Fax : 0274.545127, 388554/ 545128
Mobile 08121590641
Email : chandra.w@tawadahealthcare.com
chandrawidyanto@yahoo.com

8. Slamet Nurkholis - 14 September 2007

Salam untuk semua rekan Alumni F-MIPA-Biologi UNDIP

Dengan hormat,
Bagaimanapun, almamater kita sudah memberikan bekal yang cukup untuk kita. Tergantung bagaimana kita mau mengembangkan apa yang sudah kita peroleh. Terlepas dari adanya kekurangan pada almamater kita, tapi nama besar UNDIP yang menaunginya sudah memberi nilai tambah pada kita. Aku tetap bangga pada almamaterku.
Memang saat ini sarjana bukanlah jaminan untuk bisa mencapai kesuksesan, apalagi sarjana sains yang masih dipandang sebelah mata bagi masyarakat kita. Tapi percayalah kesuksesan dapat kita raih jka kita berusaha, disertai do’a.
Salam hormat untuk semua dosen di almamaterku.
Dan salam untuk semua rekan alumni F-MIPA-Biologi UNDIP

Tertanda
Slamet Nurkholis ( Biologi- ’91)
Rantewringin, Kebumen, 54391
Telp:
Office (0287) 5528055
Hp : 081328810898
E-Mail : s.noercholis@yahoo.co.id

9. Sri Nanang S - 16 September 2007

Sangat menarik ternyata tulisan ini mendapat sambutan dari alumni dan civitas akademika FMIPA Undip. Apapun isinya, ini adalah bentuk kepedulian terhadap almamater.

Sekadar menambahkan, tempo hari Dekan FMIPA Ibu Rum Hastusi mengirim pesan pendek ke saya. Isinya mohon doa restu karena beberapa poin dari usul yang saya posting di atas sudah diajukan ke Senat Fakultas dan Universitas. Mari kita dukung sama=sama. Moga berhasil.

10. djoem satria perkasa - 23 April 2008

bagus nang

11. dewipadi - 2 Mei 2008

Mas, bisa kasih tahu gak komunitas kimia-mipa? Dah ku googling kok ndak nemu-nemu. Sori gak nyambung dengan judul.

Kalau antar alumni sering ngobrol dan ketemu kan bisa muncul ide-ide gila. Bisa saling bantu. Tul gak?

12. nanang - 2 Mei 2008
13. puji - 16 Juni 2008

Hallo para alumni jur math ang 90, kalian pada dimana sekarang?

14. sumodirjo - 22 Juli 2008

di MIPA undip ada yang mencoba menyelesaikan Riemann Hypothesis gak pak? atau apa gitu?:D

15. Budi Rahardjo - 23 Juli 2008

Kalau aku mau cari teman-teman ku angkatan angkatan sepuh 79, 80, 81 dimana ya ???

16. Eka Sandra Aryani (alumni Bio 92) - 22 Agustus 2008

FMIPA Undip sekarang kayak apa ya? Tambah maju ato tambah nelangsa? :I

17. Wandy bio '99 - 3 September 2008

Kalau menurutku sih emang kampus kita MIPA banyak yg perlu diperbaiki,terutama sarana Laboratorium & internet-pun dulu baru ada stlh bbrp thn kul disana.Tapi itu dulu,skrg kaya apa MIPA aku gak teu.sebenernya pengen sih jalan2 liat-liat kesana ….apa masih banyak sapi berkelaran ya he6x….abis aku waktu kuliah pernah nginjak tokay sapi di parkiran.Bagaimanapun aku tetep cinta ma MIPA UNDIP, yah mudah2an kedepannya MIPA bisa lebih maju deh…Oh yaa buat anak2 Bio ’99 where are guys…………….?!

18. usman sunandar - 14 September 2008

Salam buat teman2 alumni, masukan dik nanang bagus juga, sedikit sharing juga: gimana kekuatan ika kita lebih dipertajam terus terang ditempat (sekolah dan universitas) yang pernah kukunjungi saya bandingkan mereka mempunyai hubungan dengan para alumni yang cukup intens sampai didata , contoh kasus untuk review mata kuliah saja ada yang memberikan edaran kpd alumnus supaya match dengan dunia kerja, apalagi masalah recruitment banyak yang fanatik dengan almamaternya bagaimana kalo dikimia undip juga begitu mungkin akan lebih baik ( atau jangan2 dah begitu cuma aku yang baru bangun he hee30x), dan sekali lagi buat temen2 alumni salam terutama angk 91
othman

19. Ikhwan - 24 Oktober 2008

Wah.. ternyata kawan-kawan alumni antusias juga dalam menanggapi dan memberikan comment pada tulisan Sobat Nanag ya. Syukur dech, berarti masih ada rasa kepedulian dan kebanggaan pada alumni. Sebenarnya banyak lagi masalah yang masih harus di benahi, terutama dari sisi dalam (infra struktur) MIPA, sehingga bisa menghasilkan produk dari proses belajar-mengajar yang lebih berkualitas. Banyak kompetensi dari pendanaan nasional maupun internasional berupa dana hibah kompetisi yang tidak terserap oleh Civitas Akademika MIPA karena proposal kurang menyasar. Hal ini bukan karena tidak ada yang tahu, tapi terlebih karena kurang nya akurasi informasi yang di terima sehingga mengakibatkan kesalah pahaman dalam infra struktur yang berakibat kurang sehat, seperti kalah dalam pengajuan dana hibah, dll.

Semoga saja ke depan semakin bertambah baik, sehingga MIPA kita semakin maju dan menghasilkan manusia yang lebih dewasa, dinamis dan berpotensi menjadi pemecah masalah dan bukan menjadi beban masalah.

Buat adik-adik yang sedang belajar, berjuang dan bersemangatlah dalam menyelesaikan pendidikan. Jadilah nanti Martil Pemecah Batu dan bukan menjadi Batunya.

Buat Kang Nanang.. Kapan Go Home, tak tunggu edisi cetak komplit, biar menambah wawasan Qolbu.

20. chandra Widyanto (Alumni Biologi 1997) - 4 November 2008

Kepada Yth :
Rekan -rekan Alumni FMIPA Undip dimanapun berada….

Saran saya cobalah teman-teman di FMIPA Undip bisa lebih gaul baik di disiplin ilmu maupun yang lain, saya tertarik dengan blogs Kang Bas…(Hallo Kang Bas…) yang menyatakan hobby musik…dan nggak tanggung-tanggung : grup Heavy Metal : Helloween jadi salah satu favoritnya…wah ini baru…good Kang Bas, karena di era yang begitu global dan informatif ini rasanya kita mesti banyak termasuk urusan musik. Perlu saya sampaikan dr. H. Hartanto,M.Med.Sc (Ka. Dinas Kesehatan Prov. Jawa Tengah) – yang sudah saya anggap seperti bapak sendiri, koleksi musiknya nggak kalah “gila” dengan kita yang muda-muda : Rod Stewart, Led Zeppelin, Deep Purple, yang lembut George Benson, Al Jarreau….
Rasanya “Kegaulan” perlu dipupuk di FMIPA Undip asal yang bersifat positif agar kita tidak terlihat kuper…..Gitu Coy….Kang Bas…Gimana dengan Megadeth or Andra and The Back Bone he…he…?!

21. izu - 10 Mei 2009

saya baru saja dinyatakan diterima di FMIPA Fisika UNDIP. Gimana kira-kira ya..??
ambil atau tidak??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: