jump to navigation

Seperti Chairil Anwar 6 Mei 2010

Posted by sri nanang setiyono in Puisi, Sastra.
Tags:
trackback
DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh

mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci

tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk

remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tidak bisa berpaling

Apa yang anda rasakan bila membaca sajak di atas. Itulah salah satu karya penyair Chairil Anwar yang paling sering dibacakan dalam pertunjukkan, selain puisi Aku dan Diponegoro. Lewat bahasa sederhana dan mudah dimengerti, Chairil Anwar menggambarkan situasi kejiwaan yang tidak bisa lagi mengabaikan keberadaan dan kuasa Tuhan dalam hidup-Nya. Chairil Anwar ketika menciptakan sajak ini rupanya menyadari kekeliruannya karena “mengembara ke negeri asing” yang bisa ditafsirkan sebagai tempat yang asing baginya atau ideologi dan pemikiran yang jauh dari Tuhan. Alam pemikiran Chairil Anwar pada 1947, ketika puisi ini ditulis, tampaknya diwarnai bertaburnya aneka ideologi yang masing-masing mencoba menonjolkan diri dan mencari pengikut menghadapi satu musuh bersama : Belanda. Keberadaan mereka tercermin dari beragamnya corak ideologi laskar-laskar perlawanan, partai-partai politik, kaum intelektual, bahkan seniman dan budayawan.

Chairil Anwar rupanya merasa lelah dan akhirnya menyerah dalam pergulatan  tersebut (aku hilang bentuk // remuk). Ia memilih datang ke rumah Tuhan yang dengan apik disebutnya dengan kalimat di pintuMu aku mengetuk. Dengan satu kalimat penghujung aku tidak bisa berpaling, Chairil menegaskan keberpihakannya pada jalan yang ia pilih. Jalan Tuhan.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: