jump to navigation

Jika Teman FB Menghapus Anda dari Daftar Teman-nya 30 Juni 2010

Posted by sri nanang setiyono in Esai.
trackback

Jangan lupakan teman-temanmu ! (photo by Flickr)

Jikalau tiba-tiba anda mendapati nama anda hilang dari daftar teman Facebook Anda padahal ia adalah teman lama anda, patutlah anda curiga dan mulai menelaah diri. Pertemanan di Facebook – yang meskipun dikhawatirkan bakal menurunkan makna pertemanan  karena untuk menjadi teman cukup dengan menekan tombol ‘Add Friend’ – tetaplah bercermin dari cara relasi kita di dunia maya. Ya…sifat pertemanan kita dengan seseorang di media sosial seperti Facebook menggambarkan sifat pertemanan kita di alam realita.Tengoklah begini, jika Anda mengajak atau diajak berteman di dunia maya oleh orang yang sebelumnya tidak pernah dikenal, pasti relasi yang terjalin akan terasa kaku, basa-basi, sekadarnya saja, atau berdasar pada minat yang sama. Komunikasi yang terjadipun, misal dalam hal memberi komentar, menanggapi suatu catatan dan lain-lain,  akan diusahakan sebaik mungkin dan dengan bahasa yang relatif lebih santun dibandingkan dengan teman kita di dunia nyata. Bisa dibilang kita akan jaim (jaga imej) karena sejatinya kita tidak mengetahui sifat asli dari teman kita itu. Masih mending kalau kita masih bertegur sapa atau saling berkomentar. Banyak terjadi, teman-teman baru itu hanya dibiarkan begitu saja alias sekadar menjadi pajangan penambah daftar nama teman saja.

Lain halnya bila kita teman kita di dunia maya itu juga teman kita di alam nyata, bahkan mungkin saudara dekat, sahabat, rekan kantor, atau orang-orang yang sering kita temui. Kedekatan kita di dunia nyata akan serta merta tampak dari cara kita berkomentar, menyapa, atau membalas komentar. Bahasa yang kita pakai dalam berkomunikasi dengan teman model ini pun pasti lebih membumi, lebih akrab, dan lebih menampakkan kedekatan kita dengan si teman.

Sebaliknya menyimpan kecurigaan, kebencian, dendam, dan permusuhan sama halnya menyimpan racun dan penyakit dalam diri.

Lantas bagaimana dengan pernyataan yang saya sebutkan di awal tulisan ini? Ya memang bila tiba-tiba teman anda menghilangkan anda dari daftar temannya, patutlah anda bertanya-tanya. Apalagi dia adalah orang dekat anda di masa lalu atau masa kini. Sebelum anda tanyakan kepadanya atau  anda menyimpan terus kecurigaan anda, sebaiknya bercermin diri terlebih dahulu bagaimana sikap anda terhadapnya selama ini. Sudahkah anda menanggapi pertemanan dengan semestinya? Apakah anda bersikap cuek terhadapnya? Bila anda merasa melakukannya (tak peduli atau acuh tak acuh), segeralah menghubungi dia dan meminta maaf dan ajaklah kembali menjadi teman. Hilangkan prasangka-prasangka dengan meminta maaf secara tulus sebelum kecurigaan menguasai anda.

Namun bila ternyata dia punya masalah tersendiri terkait relasi sosial media ini, maka maafkanlah dia. Ajaklah dia lagi menjadi teman dan akan lebih baik lagi bila anda mengadakan silaturahim langsung dengannya. Sikap anda yang pemurah dan pemaaf pasti akan membuatnya berpikir ulang tentang anda sesungguhnya. Lagi pula menjalin relasi itu akan lebih baik bila ada saling pengertian antara anda dan teman anda. Yang lebih penting lagi, persahabatan yang didasari saling menghargai dan saling pengertian bisa memperpanjang umur anda dan membuat anda awet muda. Sebaliknya menyimpan kecurigaan, kebencian, dendam, dan permusuhan sama halnya menyimpan racun dan penyakit dalam diri. Siapa pun tahu penyakit dan racun akan membuat anda makin lemah dan merusak kesehatan anda.

Iklan

Komentar»

1. Siwinur - 23 Maret 2012

O gtu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: