Bunga 23 Juli 2011
Posted by sri nanang setiyono in Fotografi & Digital Imaging.add a comment
I took this picture almost 18 months ago. She looks so clumsy and cute. Love her
A moment at Barelang Bridge 18 Juli 2011
Posted by sri nanang setiyono in Esai.add a comment
- lens img00137 20110712 1734 41310928733412
- lens copy of img00136 20110712 1734 81310928763778
- img00146 20110712 18141310928873650
Wuyung 26 Juni 2011
Posted by sri nanang setiyono in Esai.1 comment so far
Tiba-tiba saja saya ingin mencari tahu arti kata “wuyung”, istilah yang sering saya dengar dari vokal penyanyi Didi Kempot. Maklumlah, lagu-lagu Didi Kempot ada di daftar lagu dalam perangkat Blackberry saya. Salah satu lagu yang saya suka berjudul Wuyung.
Dari hasil googling ternyata saya baru tahu kata wuyung artinya jatuh cinta atau kasmaran. Syair selengkapnya ada di bawah ini :
Laraning lara
Ora kaya wong kang nandhang wuyung
Mangan ra doyan
Ra jenak dolan nèng omah bingung
Mung kudu weruh
woting ati duh kusuma ayu
Apa ra trenyuh
sawangen iki awakku sing kuru
Klapa mudha leganana nggonku nandhang branta
Witing pari dimèn mari nggonku lara ati
Aduh nyawa
Duh duh kusuma
Pa ra krasa apa pancen téga
Mbok mbalung janur
Paring usada mring kang nandhang wuyung
Barangkali banyak yang penasaran dengan arti dari syair lagu tersebut. Nah saya kebetulan lagi malas menulis, jadi saya akan copas (copy paste) saja dari artikel di blog Sukadi.net
Sakitnya sakit
tidak seperti orang yang sedang jatuh cinta
makan (terasa) tidak enak
ndak enak main/jalan2 (tetapi) dirumah (malah) bingung
hanya ingin melihat (trus-trusan)
(wot=tempat menyebrang diatas parit/sungai biasanya terbuat dari bambu/kayu (jembatan kecil), woting kependekan dari wot ing) tambatan hati duhai bunga yang cantik
apa tidak kasihan
lihatlah badanku yang kurus ini
(klapa muda=degan, maksudnya leganono=legakan) legakan perasaanku yang sedang kasmaran
(witing pari= damen maksudnya dimen mari=biar sembuh) biar sembuh sakit hatiku
aduh nyawa
wahai bunga (bunga bisa diartikan cewek yang menarik hati)
apa memang ndak terasa atau memang membiarkan
(balung janur=soddo/lidi maksudnya usada=obat)
memberi/berilah obat kepada yang lagi kasmaran.
Yang ingin dengar iramanya bisa lihat langsung videonya di bawah ini. Sayang, saya tidak menemukan versi lagu yang dinyanyikan Didi Kempot di Youtube.

Hasta Luego 13 Mei 2011
Posted by sri nanang setiyono in Esai.2 comments
This pic taken at Soekarno-Hatta International Airport on May 12th, 2011 when I and Mr Saki escorted Dr. Carlos Cerrato back to his country, Spain.

Sajak Nestapa 25 April 2011
Posted by sri nanang setiyono in Puisi.Tags: puisi
add a comment
“Sudah 10 tahun pak,” ucap Atmo.
Aku masih termenung menatap gundukan tanah itu
“Dulu rumah Bapak ada di sana,” lanjutnya.
Hari ini aku kembali
Ke masa ketika tak ada resah atau gulana
Tatkala kita sama-sama tertawa
Memotong rumput untuk sapi dan ternak kambing kita
Ah…sepuluh tahun rupanya bukan waktu yang lama
Untuk menghilangkan memori atau mengecilkannya
Kinipun hijaunya ilalang pun masih sama
Bau segar tanah merah itu pun tak berbeda
Tak berubah
Hanya jasad kita yang menua
Sepuluh tahun bu, sepuluh tahun pak
Aku masih mengingat getir-getir itu
Kala bumi marah dan menggoyang rumah kita
Meninggalkan air mata dan nestapa
Yang bahkan kita tak bisa melupakannya
saat-saat kita lupa bersyukur
pada nikmat-Nya
Sungai 21 April 2011
Posted by sri nanang setiyono in Puisi.add a comment
Aku berdiri di sisimu
Menikmati arus dan riak di badan tubuhmu
Sesekali warnamu berubah
dari bening menjadi keruh
dari hening kepada gemuruh
Hari-hari ini aku tak lagi tenang
Tak kulihat lagi jiwa yang senang
Lumpur dan batu menjejali bening
Aku bahkan tak mengenal hening
Wall photo of me 6 Maret 2011
Posted by sri nanang setiyono in Esai Foto.add a comment
Wall photo of me
This is the only wall photo I have in my room
Woman and her cellphone 6 Maret 2011
Posted by sri nanang setiyono in English.add a comment
Woman and her cellphone
Siapa yang tidak memiliki ponsel saat ini? Data pengguna ponsel di Indonesia saat ini sudah mencapai angka 150 juta orang. Artinya lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah terhubung dengan jaringan ponsel. Indonesia adalah pengguna ponsel terbesar ketiga di Asia setelah China dan India. Pasar yang sangat besar ini menjadi incaran operator telekomunikasi dan menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Secara ekonomi, menjamurnya bisnis telekomunikasi selular juga memberi efek domino dalam menggerakkan roda ekonomi di negeri ini. Tengoklah berapa banyak jumlah pengecer pulsa yang mendapatkan keuntungan dari berjualan pulsa selular. Tengok juga kios-kios handphone dan aksesori yang terdapat di setiap kota kecamatan di Indonesia.














