jump to navigation

Bunga 23 Juli 2011

Posted by sri nanang setiyono in Fotografi & Digital Imaging.
add a comment

I took this picture almost 18 months ago. She looks so clumsy and cute. Love her

A moment at Barelang Bridge 18 Juli 2011

Posted by sri nanang setiyono in Esai.
add a comment

Wuyung 26 Juni 2011

Posted by sri nanang setiyono in Esai.
1 comment so far

Tiba-tiba saja saya ingin mencari tahu arti kata “wuyung”, istilah yang sering saya dengar dari vokal penyanyi Didi Kempot. Maklumlah, lagu-lagu Didi Kempot ada di daftar lagu dalam perangkat Blackberry saya. Salah satu lagu yang saya suka berjudul Wuyung.

Dari hasil googling ternyata saya baru tahu kata wuyung artinya jatuh cinta atau kasmaran. Syair selengkapnya ada di bawah ini :

Laraning lara
Ora kaya wong kang nandhang wuyung
Mangan ra doyan
Ra jenak dolan nèng omah bingung

Mung kudu weruh
woting ati duh kusuma ayu
Apa ra trenyuh
sawangen iki awakku sing kuru

Klapa mudha leganana nggonku nandhang branta
Witing pari dimèn mari nggonku lara ati
Aduh nyawa

Duh duh kusuma
Pa ra krasa apa pancen téga
Mbok mbalung janur
Paring usada mring kang nandhang wuyung

Barangkali banyak yang penasaran dengan arti dari syair lagu tersebut. Nah saya kebetulan lagi malas menulis, jadi saya akan copas (copy paste) saja dari artikel di blog Sukadi.net

Sakitnya sakit
tidak seperti orang yang sedang jatuh cinta
makan (terasa) tidak enak
ndak enak main/jalan2 (tetapi) dirumah (malah) bingung

hanya ingin melihat (trus-trusan)
(wot=tempat menyebrang diatas parit/sungai biasanya terbuat dari bambu/kayu (jembatan kecil), woting kependekan dari wot ing) tambatan hati duhai bunga yang cantik
apa tidak kasihan
lihatlah badanku yang kurus ini

(klapa muda=degan, maksudnya leganono=legakan) legakan perasaanku yang sedang kasmaran
(witing pari= damen maksudnya dimen mari=biar sembuh) biar sembuh sakit hatiku
aduh nyawa

wahai bunga (bunga bisa diartikan cewek yang menarik hati)
apa memang ndak terasa atau memang membiarkan
(balung janur=soddo/lidi maksudnya usada=obat)
memberi/berilah obat kepada yang lagi kasmaran.

Yang ingin dengar iramanya bisa lihat langsung videonya di bawah ini. Sayang, saya tidak menemukan versi lagu yang dinyanyikan Didi Kempot di Youtube.

Hasta Luego 13 Mei 2011

Posted by sri nanang setiyono in Esai.
2 comments

This pic taken at Soekarno-Hatta International Airport on May 12th, 2011 when I and Mr Saki escorted Dr. Carlos Cerrato back to his country, Spain.

Sajak Nestapa 25 April 2011

Posted by sri nanang setiyono in Puisi.
Tags:
add a comment

“Sudah 10 tahun pak,” ucap Atmo.
Aku masih termenung menatap gundukan tanah itu
“Dulu rumah Bapak ada di sana,” lanjutnya.

Hari ini aku kembali
Ke masa ketika tak ada resah atau gulana
Tatkala kita sama-sama tertawa
Memotong rumput untuk sapi dan ternak kambing kita
Ah…sepuluh tahun rupanya bukan waktu yang lama
Untuk menghilangkan memori atau mengecilkannya
Kinipun hijaunya ilalang pun masih sama
Bau segar tanah merah itu pun tak berbeda
Tak berubah
Hanya jasad kita yang menua

Sepuluh tahun bu, sepuluh tahun pak
Aku  masih mengingat getir-getir itu
Kala bumi marah dan menggoyang rumah kita
Meninggalkan air mata dan nestapa
Yang bahkan kita tak bisa melupakannya
saat-saat kita lupa bersyukur
pada nikmat-Nya

Sungai 21 April 2011

Posted by sri nanang setiyono in Puisi.
add a comment

Aku berdiri di sisimu
Menikmati arus dan riak di badan tubuhmu
Sesekali warnamu berubah
dari bening menjadi keruh
dari hening kepada gemuruh

Hari-hari ini aku tak lagi tenang
Tak kulihat lagi jiwa yang senang
Lumpur dan batu menjejali bening
Aku bahkan tak mengenal hening

Lazy day 19 April 2011

Posted by sri nanang setiyono in Esai.
add a comment

Pecel Lele 18 Maret 2011

Posted by sri nanang setiyono in Esai.
add a comment

Wall photo of me 6 Maret 2011

Posted by sri nanang setiyono in Esai Foto.
add a comment

Wall photo of me

This is the only wall photo I have in my room

Woman and her cellphone 6 Maret 2011

Posted by sri nanang setiyono in English.
add a comment

Woman and her cellphone

Powered by ShowMeBlogger.com

Siapa yang tidak memiliki ponsel saat ini? Data pengguna ponsel di Indonesia saat ini sudah mencapai angka 150 juta orang. Artinya lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah terhubung dengan jaringan ponsel. Indonesia adalah pengguna ponsel terbesar ketiga di Asia setelah China dan India. Pasar yang sangat besar ini menjadi incaran operator telekomunikasi dan menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Secara ekonomi, menjamurnya bisnis telekomunikasi selular juga memberi efek domino dalam menggerakkan roda ekonomi di negeri ini. Tengoklah berapa banyak jumlah pengecer pulsa yang mendapatkan keuntungan dari berjualan pulsa selular. Tengok juga kios-kios handphone dan aksesori yang terdapat di setiap kota kecamatan di Indonesia.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.